BERITAINTELEKTUAL.COM — Handheld anyar Sony yang dikembangkan dengan nama kode Project Canis diklaim bakal mengandalkan teknologi frame generation berbasis AI PSSR 3.0 untuk mendongkrak visual dari 540p ke 1080p. Menurut bocoran dari GameGPU yang dikutip Wccftech, perangkat ini disebut memakai APU AMD 3nm dengan GPU RDNA 5 berdaya 15–25 watt dan ditargetkan meluncur akhir 2027. Pendekatan ini menandai pergeseran strategi Sony dari sekadar menambah tenaga GPU mentah ke optimalisasi rekonstruksi gambar.
Spesifikasi hardware Project Canis kembali bocor ke publik. Bocoran terbaru menyebut Sony tidak mengejar tenaga GPU mentah, melainkan mengandalkan teknologi rekonstruksi gambar dan frame generation sebagai kekuatan utama perangkat.
Klaim tersebut berasal dari laporan GameGPU yang dikutip Wccftech. Jika akurat, Project Canis akan menjadi handheld pertama Sony yang benar-benar bergantung pada AI upscaling untuk menutupi keterbatasan daya.
Spesifikasi yang Diklaim Bocor
Project Canis disebut akan ditenagai APU AMD 3nm dengan enam core Zen 6. Konfigurasinya mencakup empat core Zen 6c untuk kebutuhan gaming dan dua core Zen 6 berdaya rendah.
Di sisi grafis, perangkat ini diklaim memakai GPU 16 Compute Units berbasis RDNA 5. Batas daya operasionalnya berada di kisaran 15–25 watt, angka yang wajar untuk perangkat genggam.
Pada mode handheld, chip tersebut dikatakan berjalan di 1,2 GHz dengan output sekitar 4,91 TFLOPS. Saat tersambung ke dock, kecepatannya naik menjadi 1,65 GHz dengan performa hingga 6,75 TFLOPS.
Peran PSSR 3.0 dan Frame Generation
Angka TFLOPS mentah Project Canis memang jauh di bawah PlayStation 5 Pro yang punya sekitar 16,7 TFLOPS. Di sinilah PSSR 3.0 memainkan peran krusial dalam klaim bocoran tersebut.
GameGPU mengklaim teknologi itu bisa menghasilkan performa efektif sekitar 10–11 TFLOPS dalam mode portable. Ketika docked, estimasi performa efektifnya naik ke sekitar 14 TFLOPS.
Perhitungan itu bukan berarti GPU Canis benar-benar memiliki jumlah TFLOPS sebesar itu. Angka tersebut merupakan estimasi kemampuan rendering setelah upscaling dan frame generation diaktifkan.
PSSR generasi sebelumnya sudah menjadi teknologi penting di PS5 Pro. PSSR 3.0 disebut akan membawa frame generation sebagai kemampuan baru yang memungkinkan Sony menekan konsumsi daya tanpa mengorbankan kualitas visual secara drastis.
Arsitektur RDNA 5 dan Ray Tracing
Kehadiran arsitektur RDNA 5 menjadi faktor lain yang membuat performa Project Canis terlihat menarik. Bocoran sebelumnya menyebut handheld ini punya kemampuan ray tracing yang relatif kuat dibanding tenaga rasterisasinya.
Pendekatan ini menunjukkan Sony lebih mengandalkan peningkatan efisiensi arsitektur ketimbang memperbesar jumlah Compute Units. Strategi tersebut masuk akal untuk perangkat dengan batas daya ketat seperti handheld.
Backward Compatibility dan Target Rilis
Dokumen sebelumnya juga mengaitkan Canis dengan dukungan backward compatibility untuk game PS4 dan PS5. Ini mengindikasikan perangkat tersebut merupakan bagian dari ekosistem yang sama dengan PS6, bukan handheld terpisah dengan katalog game sendiri.
Bocoran terbaru menyebut Sony menargetkan rilis Project Canis pada akhir 2027. Jarak peluncurannya dengan console PS6 masih belum diketahui karena Sony belum membuka suara soal console generasi berikutnya.
Saran mantan bos PlayStation agar Sony fokus pada satu perangkat saja demi memusatkan kampanye penjualan turut mewarnai spekulasi ini. Hingga kini, seluruh klaim mengenai kualitas dan performa Project Canis masih berasal dari bocoran, bukan spesifikasi resmi Sony.