BERITAINTELEKTUAL.COM — Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa meminta lulusan Politeknik Pariwisata Makassar memanfaatkan peluang baru untuk membangun sektor pariwisata nasional yang berkelanjutan. Penekanan itu disampaikan dalam prosesi wisuda di kampus Poltekpar Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.
Ni Luh Puspa menegaskan bahwa pariwisata berkelanjutan kini menjadi keharusan, bukan lagi sekadar pilihan, bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor tersebut. Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri wisuda Poltekpar Makassar.
"Semangat untuk mengamalkan ilmu dan menghadirkan manfaat bagi sesama sejalan dengan tema wisuda yang mengangkat semangat membangun masa depan melalui pariwisata berkelanjutan," kata Ni Luh dalam acara tersebut.
Delapan Program Studi Jadi Modal Kompetensi Lulusan
Poltekpar Makassar memiliki delapan program studi yang membekali lulusan dengan beragam keahlian. Cakupannya meliputi perjalanan wisata, destinasi pariwisata, pengelolaan konvensi dan acara, divisi kamar, tata hidang, seni kuliner, hingga pengelolaan hotel.
Menurut Ni Luh, keragaman keahlian itu menjadi kekuatan untuk menjawab kebutuhan industri pariwisata di masa depan. Ia mendorong para lulusan berani memperluas cakrawala berpikir dan mengatasi berbagai keterbatasan.
"Keragaman keahlian tersebut menjadi kekuatan untuk menjawab kebutuhan industri pariwisata masa depan," ujarnya.
Capaian Pemeringkatan THE Impact Rankings
Wamenpar juga mengapresiasi capaian Poltekpar Makassar yang masuk kelompok peringkat 1.001–1.500 dunia dalam Times Higher Education Impact Rankings. Pemeringkatan itu menilai kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan.
Ni Luh menilai pencapaian tersebut membuktikan komitmen institusi pendidikan pariwisata Indonesia yang semakin diakui di tingkat global. Ia menyebut hal itu sekaligus menunjukkan kontribusi nyata Poltekpar Makassar dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Kehadiran kementerian, lembaga, akademisi, mitra industri, serta orang tua dan keluarga dalam momentum wisuda dinilainya mencerminkan besarnya kepercayaan dan harapan kepada para lulusan. Harapan itu, kata dia, harus ditopang kompetensi yang telah dibangun selama menempuh pendidikan.
Ia berpesan agar para alumni mengamalkan ilmu yang diperoleh dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas. Menurut dia, keberanian menjelajahi peluang baru di tingkat nasional maupun global menjadi bagian penting dalam menghadapi masa depan pariwisata.