BERITAINTELEKTUAL.COM — Ledakan bom mobil bunuh diri di kantor polisi Kota Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, menewaskan 21 orang, termasuk 15 personel kepolisian. Serangan berlanjut dengan baku tembak antara tujuh militan bersenjata dan pasukan keamanan, sementara lebih dari 80 orang lainnya mengalami luka-luka.
Kota Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, diguncang serangan teror pada Jumat 18 September 2026. Sebuah kendaraan bermuatan bahan peledak menabrak gerbang kantor polisi setempat sebelum meledak.
Data korban yang dihimpun surat kabar Dawn dari pejabat kepolisian dan petugas medis menyebutkan 21 orang tewas. Lima belas di antaranya merupakan anggota kepolisian yang bertugas di kompleks tersebut.
Lebih dari 80 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat ledakan. Tiga korban luka berada dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan intensif.
Rangkaian Serangan dan Baku Tembak
Ledakan bom mobil bukan akhir dari rangkaian serangan. Setelah kendaraan meledak di gerbang, tujuh militan bersenjata menerobos masuk ke area kantor polisi.
Pasukan keamanan bergerak cepat melumpuhkan para penyerang. Enam militan tewas, termasuk seorang pelaku bom bunuh diri dan seorang penembak jitu.
Stasiun televisi Geo News sempat melaporkan jumlah korban awal sebanyak 16 orang tewas dan lebih dari 50 orang luka. Angka itu bertambah seiring proses evakuasi dan pendataan korban.
Kerusakan Masjid di Kompleks Kepolisian
Ledakan berdampak luas pada bangunan di sekitar kantor polisi. Masjid yang berada tepat di sebelah kompleks kepolisian mengalami kerusakan parah.
Salah satu dinding masjid runtuh akibat hentakan ledakan. Operasi penyelamatan masih berlangsung di lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada korban yang masih tertimbun reruntuhan.
Presiden dan PM Pakistan Kutuk Serangan
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengutuk serangan tersebut. Keduanya menginstruksikan pihak berwenang untuk memberikan bantuan medis kepada para korban.
Pemerintah Pakistan juga meminta laporan menyeluruh mengenai sifat dan penyebab ledakan. Hingga laporan ini diturunkan, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Kohat.