Brantas Abipraya Kebut Proyek Sekolah Rakyat di Bogor 81,42 Persen

Brantas Abipraya Kebut Proyek Sekolah Rakyat di Bogor 81,42 Persen
Pemerataan Pendidikan, Brantas Abipraya Percepat Sekolah Rakyat [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Brantas Abipraya (Persero), perusahaan milik negara di sektor konstruksi, memacu penyelesaian pengerjaan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, guna merealisasikan pemerataan akses pendidikan.

“Melalui pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, kami terus menghadirkan fasilitas pendidikan yang berkualitas, aman, dan selesai tepat waktu agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Rabu.

Untuk menyokong target yang dicanangkan pemerintah tersebut, Brantas Abipraya secara kontinu mendorong percepatan dalam penuntasan konstruksi Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor ini.

Perusahaan BUMN di bidang konstruksi tersebut menjamin jalannya proyek Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor bergulir selaras dengan target, dengan senantiasa memprioritaskan mutu bangunan, aspek keselamatan kerja, serta ketepatan lini masa.

Selaku salah satu kontraktor yang mengeksekusi proyek, ungkap Dian, Brantas Abipraya sanggup mempertahankan laju pengerjaan agar tetap berada di dalam jalur target, kendati mesti menemui tantangan keadaan geografis yang tergolong rumit. 

Per tanggal 28 Juni 2026, kemajuan fisik proyek ini sudah menyentuh angka 81,42 persen dan sekarang tengah memasuki fase penyelesaian akhir (finishing).

Bermacam sarana dibangun secara terpadu di dalam satu area, mencakup bangunan sekolah untuk tiap tingkatan pendidikan, pemukiman asrama bagi putra maupun putri, asrama untuk tenaga pengajar, aula serbaguna, sarana peribadatan, area kantin, sarana olahraga, kawasan terbuka hijau, beserta beragam fasilitas penunjang lain yang dikonsep untuk menyokong aktivitas pembelajaran secara maksimal.

“Kami mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat sehingga proyek ini dapat berjalan sesuai target meskipun menghadapi tantangan kondisi medan yang cukup berat,” ujar Dian.

Pelaksanaan pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor ini mempunyai hambatan tersendiri lantaran tapak proyek pada mulanya merupakan area hutan yang memiliki karakter tanah berbukit serta tingkat kemiringan lereng yang terbilang ekstrem.

Bukan hanya itu, tingkat curah hujan yang tinggi ditambah keterbatasan jalur akses ke arah lokasi proyek turut menjadi kendala tersendiri dalam aktivitas pengiriman material bangunan maupun pengerjaan konstruksi di lapangan.

Penyelesaian megaproyek ini menyerap kurang lebih 960 pekerja lokal serta memperoleh bantuan dari 25 personel TNI-AD Teritorial Pembangunan (TP). 

Kerja sama tersebut menjadi representasi sinergitas untuk mengejar penuntasan proyek strategis nasional, yang diproyeksikan mampu mendongkrak mutu pendidikan sekaligus memantik roda perekonomian di kawasan Jasinga dan sekitarnya.

“Ke depan, Brantas Abipraya akan terus menghadirkan karya-karya infrastruktur yang berkualitas, tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing,” kata Dian.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index