SMSM Genjot Jual Filter Kendaraan Jelang Implementasi B50

SMSM Genjot Jual Filter Kendaraan Jelang Implementasi B50
Implementasi B50 Jadi Katalis Positif Bisnis Filter SMSM [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Selamat Sempurna Tbk. (SMSM) memprediksi pemberlakuan wajib Biodiesel 50% (B50) sejak Juli 2026 bakal menjadi stimulan positif untuk lini bisnis filtrasi perusahaan. Kenaikan pemakaian biodiesel tersebut dinilai berpeluang mendongkrak kebutuhan filter kendaraan dalam jangka panjang.

Wakil Direktur Utama SMSM Ang Andri Pribadi mengungkapkan bahwa prospek industri suku cadang otomotif di dalam negeri masih terbilang menjanjikan. Menurut dia, penerapan B50 dapat menciptakan peluang ekspansi baru, terutama pada sektor produk filtrasi.

"Salah satu potensi pendorong pertumbuhan bagi bisnis filtrasi adalah implementasi program biodiesel B50 yang direncanakan mulai berlaku pada Juli 2026," ujar Andri kepada Bisnis, dikutip Jumat (26/6/2026).

Dia memaparkan, dari sudut pandang industri filtrasi, tingginya kadar biodiesel dalam bahan bakar diproyeksikan bakal menaikkan ritme penggantian filter bila dibandingkan dengan pemakaian solar biasa. Situasi ini berpeluang menjadi stimulus bagi permintaan produk filter di masa depan.

Di samping itu, perkembangan pada sektor logistik, pembangunan infrastruktur, serta mobilitas di sektor transportasi, pertambangan, dan industri diramal tetap menyokong kebutuhan perangkat filtrasi, khususnya pada kategori kendaraan dan alat berat (heavy-duty).

"Di sisi lain, keberadaan pasar ekspor yang terdiversifikasi memberikan peluang pertumbuhan yang lebih luas sekaligus membantu menjaga ketahanan bisnis di tengah berbagai siklus ekonomi," jelasnya.

Di balik proyeksi cerah itu, SMSM tidak menampik bahwa sektor komponen otomotif masih dibayangi oleh sederet tantangan, mulai dari penyusutan permintaan, ketatnya kompetisi usaha, hingga ketidakpastian situasi ekonomi global. Realitas ini menuntut para pelaku industri untuk lebih tanggap dalam merespons pergeseran pasar maupun regulasi.

"Selain itu, dinamika regulasi yang mengharuskan pelaku usaha untuk terus beradaptasi. Dalam menghadapi kondisi tersebut, diversifikasi pasar menjadi salah satu kekuatan utama SMSM," kata Andri.

Saat ini, kurang lebih 65% dari total pendapatan perusahaan bersumber dari pasar mancanegara dengan jaringan distribusi yang telah menjangkau lebih dari 125 negara. 

Menurut Andri, langkah diversifikasi ini memegang peran krusial dalam memelihara stabilitas ekspansi usaha sekaligus meminimalkan ketergantungan pada situasi ekonomi di negara atau wilayah tertentu.

Pada jangka waktu yang sama, pihak pemerintah mengonfirmasi bahwa uji coba teknis B50 telah diterapkan pada beragam jenis moda transportasi serta alat berat, mulai dari kendaraan roda empat, kapal laut, kereta api, hingga mesin pertanian. Hasil dari rangkaian pengujian tersebut sejauh ini dilaporkan memperlihatkan performa yang positif.

Lewat pemberlakuan program B50 ini, pemerintah pun membidik penurunan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar secara bertahap. Aturan tersebut diharapkan mampu mendongkrak optimalisasi energi yang memanfaatkan bahan baku lokal sekaligus menekan ketergantungan terhadap pasokan energi impor.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index