Kabar Buyback Rp1.051 Triliun Buat Saham Samsung Melonjak 6 Persen

Kabar Buyback Rp1.051 Triliun Buat Saham Samsung Melonjak 6 Persen
Saham Samsung Melonjak 6 Persen Imbas Rumor Buyback Rp1.051 Triliun [FOTO: NET].

JAKARTA - Nilai saham Samsung Electronics melesat hingga di atas 6 persen pada sesi transaksi Rabu (24/6/2026) setelah beredar kabar bahwa produsen teknologi asal Negeri Ginseng tersebut tengah mempersiapkan agenda pembelian kembali (buyback) saham dengan estimasi nilai 90 triliun won atau berkisar 58,6 miliar dollar AS (setara Rp1.051 triliun dengan patokan kurs Rp17.942).

Menyadur rilis dari Yonhap News Agency, Samsung ditengarai telah merumuskan cetak biru buyback tersebut pascaadanya kesepakatan anyar terkait format kompensasi pekerja yang diperoleh lewat negosiasi pengupahan. Walau begitu, sampai laporan ini dipublikasikan, pihak Samsung Electronics terpantau belum memberikan respons resmi atas isu yang beredar.

Apabila terealisasi, agenda buyback ini diprediksi bakal menjadi salah satu langkah korporasi masif yang pernah dieksekusi oleh Samsung. Berdasarkan laporan Yonhap, manajemen perusahaan diproyeksikan bakal segera mempublikasikan detail mengenai program pembelian kembali aset saham tersebut dalam waktu dekat.

Bonus karyawan dalam bentuk saham Wacana buyback ini disinyalir memiliki kaitan erat dengan kesepakatan bersama antara pihak korporasi dan serikat buruh yang telah disetujui pada Mei 2026.

Melalui kemufakatan tersebut, Samsung bakal mendistribusikan sekitar 10,5 persen keuntungan operasional tahunan dari sektor semikonduktor dalam wujud bonus spesial untuk para pekerja berbentuk saham korporasi. Ketetapan ini sebelumnya sempat mendatangkan polemik internal terkait asas keadilan insentif antardivisi di tubuh Samsung.

Merujuk pada format yang telah dirancang, para pegawai diperbolehkan untuk langsung melego sepertiga dari total saham yang didapatkan. 

Sementara itu, dua pertiga bagian sisanya baru boleh diperjualbelikan secara bertahap setelah melewati masa pembatasan masing-masing selama satu tahun.

Bukan hanya itu, Samsung pun dirumorkan berpeluang melakukan buyback saham tambahan guna mengakomodasi kebutuhan agenda stimulus jangka panjang bertajuk Performance Stock Unit (PSU) yang mulai diterapkan pada Oktober 2025. 

Agenda ini diformulasikan untuk menyelaraskan keuntungan yang diterima pekerja dengan pergerakan nilai saham perusahaan dalam jangka panjang.

Didorong booming AI 

Di tengah berembusnya isu buyback, masa depan lini bisnis Samsung turut memperoleh angin segar berkat melesatnya angka permintaan terhadap komponen chip memori demi menyokong kebutuhan kecerdasan buatan (AI).

Samsung bersama dengan SK Hynix diproyeksikan bakal meraup keuntungan tertinggi sepanjang tahun ini dan tahun depan seiring dengan melonjaknya kebutuhan dari korporasi teknologi global terhadap komponen chip memori berkapasitas besar guna mendirikan pusat data AI.

Tingginya permintaan tersebut memicu tren kenaikan harga jual chip memori sekaligus mempertegas prospek profitabilitas bagi kedua korporasi.

Pada sesi penutupan transaksi Rabu (24/6/2026), saham Samsung Electronics berakhir meroket di kisaran 6,3 persen, berada jauh di atas performa saham SK Hynix yang terangkat sekitar 1,6 persen. 

Melesatnya performa ini sekaligus mengembalikan posisi Samsung sebagai entitas dengan nilai kapitalisasi pasar paling besar di bursa saham Korea Selatan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index