Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Bertahan di Kawasan Teluk Arab

Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Bertahan di Kawasan Teluk Arab
Pantau Risiko Keamanan, Tanker Pertamina Masih di Teluk Arab [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) membeberkan informasi bahwa dua armada kapal tanker kepunyaan korporasi untuk saat ini masih menetap di wilayah Teluk Arab, di tengah momentum mulai dioperasikannya kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.

Sepasang kapal tersebut ialah VLCC Pertamina Pride serta Gamsunoro, yang tercatat sebagai aset milik PT Pertamina International Shipping (PIS).

"Saat ini dua kapal PIS masih berada di kawasan Teluk Arab dan dalam kondisi aman," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron kepada Kompas.com, Rabu (24/6/2026).

Ia menjelaskan, manajemen Pertamina merespons baik atas segala bentuk dinamika positif di zona Timur Tengah, di mana eskalasi perselisihan mulai berangsur melandai. 

Hal itu termasuk mengenai dibukanya kembali koridor pelayaran internasional di kawasan Selat Hormuz yang memegang peran sebagai salah satu jalur distribusi pasokan energi paling krusial di dunia.

Kendati begitu, pihak korporasi masih belum bisa memastikan terkait jadwal kapan kedua armada kapal tanker tersebut bakal melayari Selat Hormuz. Berdasarkan penuturan Baron, langkah kebijakan operasional armada diputuskan mengacu pada kesimpulan hasil asesmen risiko paling mutakhir.

"Terkait rencana melintasi Selat Hormuz, keputusan operasional akan dilakukan berdasarkan hasil asesmen risiko terkini, rekomendasi otoritas terkait," ucapnya.

Lebih dalam ia menambahkan, Pertamina secara konsisten melangsungkan proses pengawasan secara mendalam atas perkembangan kondisi keamanan di kawasan tersebut. 

Di samping hal itu, korporasi juga aktif menjalin komunikasi komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, pemegang otoritas wilayah setempat, hingga jejaring mitra internasional demi menggaransi keselamatan pelayaran serta kesiapan teknis armada.

Menurut sudut pandangnya, indikator keselamatan sekaligus keamanan memegang peranan sebagai dasar pertimbangan paling utama dalam setiap perumusan kebijakan operasional yang diaplikasikan.

"Pertamina tetap mengedepankan aspek keselamatan awak kapal dan keamanan asset sebagai prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional," ucap Baron.

Pada waktu sebelumnya, pihak Amerika Serikat (AS) bersama Iran terdata telah meneken nota kesepahaman demi mengakhiri pergolakan militer di Timur Tengah yang meletus sejak penghujung Februari 2026 kemarin.

Institusi Organisasi Maritim Internasional (IMO) di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun mulai menginisiasi langkah evakuasi terhadap lebih dari 11.000 awak kapal yang sempat tertahan di kawasan Selat Hormuz. 

Program pemulangan tersebut dilangsungkan lewat jalinan sinergi erat bersama Iran, Oman, deretan negara pesisir di zona tersebut, Amerika Serikat, hingga pelaku industri maritim.

Menyitir pemberitaan Reuters, sederet kapal dilaporkan telah sukses mengarungi Selat Hormuz. Data pemantauan kapal memperlihatkan ada 3 unit kapal tanker berukuran masif yang mulanya terjebak sudah berhasil melintasi Selat Hormuz per hari Selasa kemarin. 

Selain hal itu, sebanyak 7 unit kapal tanker pengangkut gas alam cair (LNG) terafiliasi dengan Qatar dilaporkan turut memasuki kawasan tersebut sepanjang beberapa minggu ke belakang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index