JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo mendistribusikan bantuan kepada lebih dari 1.000 anak yatim serta kaum duafa, sekaligus mendukung perbaikan 16 rumah ibadah dan mushalla yang tersebar di berbagai area operasional perusahaan hingga Juni 2026.
"Perusahaan berupaya menyelaraskan antara aktivitas operasional, penguatan spiritual karyawan, dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar," kata Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (20/06/2026).
Penyaluran bantuan ini dilaksanakan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Alokasi program TJSL bidang keagamaan serta sosial difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat prasejahtera dan memperbaiki fasilitas rumah ibadah yang kondisinya mendesak.
Jatmiko menyebutkan, berdasarkan hasil evaluasi tim di lapangan, banyak fasilitas ibadah di sekitar area perkebunan memerlukan intervensi fisik, seperti perbaikan sanitasi dan ruang wudhu.
"Begitu juga dengan panti asuhan yang memerlukan sokongan operasional bulanan. Oleh karena itu, sebagian arah kebijakan TJSL kami dorong untuk langsung menyelesaikan persoalan pokok tersebut," ucap Jatmiko.
Tercatat, inisiatif kepedulian di sektor sosial dan pemenuhan kebutuhan dasar ini menjadi salah satu fokus utama yang telah menyentuh lebih dari 1.000 jiwa.
Rangkaian aksi solidaritas tersebut diwujudkan melalui pemberian santunan tunai bagi ratusan anak yatim dan kaum duafa di wilayah Sumatera Selatan hingga Jambi, penyaluran berkala Paket Beras SPHP, serta distribusi ratusan paket sembako dalam beragam rangkaian bakti sosial.
Sementara untuk infrastruktur keagamaan, bantuan didistribusikan kepada 16 masjid dan mushalla yang tersebar di wilayah operasional perusahaan, termasuk di Rokan Hulu, Labuhan Batu, Aceh, hingga Lampung.
Bentuk bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah ibadah, meliputi pembangunan menara masjid, perbaikan atap, pengadaan fasilitas pendingin ruangan (AC), serta pembangunan fasilitas MCK.
Jatmiko menegaskan bahwa pendekatan program dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan pengurus rumah ibadah dan perangkat desa setempat.
Ia menambahkan, pihaknya tidak hanya menyerahkan bantuan dalam bentuk anggaran, tetapi juga memastikan peruntukannya sesuai dengan urgensi di lapangan.
"Kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan perangkat dusun menjadi kunci agar program ini tepat sasaran dan memiliki keberlanjutan dampak," beber Jatmiko.
Dia menambahkan, sejumlah unit kerja PTPN IV PalmCo telah mengadakan kegiatan zikir dan shalawat bersama dalam rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.
"Rangkaian doa bersama penyambutan tahun baru Hijriah ini tidak hanya berhenti pada ritual keagamaan, tetapi juga diterjemahkan dalam bentuk kepedulian sosial," ujar Jatmiko.
Salah satu tempat pelaksanaan kegiatan zikir dan shalawat bersama ini berlangsung di Masjid Munthada Solihin, Jambi, yang dihadiri oleh seluruh karyawan serta masyarakat sekitar.
Menurutnya, zikir bersama yang diadakan di beberapa unit, termasuk di Jambi, merupakan refleksi internal untuk meningkatkan kinerja sekaligus kepedulian sosial.
"Perusahaan memiliki tanggung jawab memastikan bahwa keberadaan kami di daerah mampu memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga," ujar Jatmiko.
Kepala Dusun Talang Merindu, Desa Markanding, Kecamatan Bahar Utara, Kabupaten Muaro Jambi, Hendi, menyampaikan dukungannya terhadap sinergi antara perusahaan perkebunan milik pemerintah tersebut dengan masyarakat.
"Diharapkan kolaborasi seperti ini dapat terus terjalin dalam mendukung pembangunan di wilayah. Saya senang Kebun Bunut dan masyarakat saling bantu dalam beribadah," katanya.
Di sisi lain, bantuan operasional juga disalurkan ke sejumlah lembaga sosial anak yatim. Pada Mei 2026, bantuan untuk operasional panti asuhan yang menaungi 25 anak yatim piatu langsung diserahkan oleh perwakilan staf PTPN IV, Hasan Samik, kepada H. Een Zainudin selaku pengurus Panti Asuhan Darul Aitam di hadapan anak-anak panti.
Bantuan langsung digunakan untuk membayar biaya listrik dan air ledeng yang memang sudah waktunya untuk dibayarkan.
”Uang ini akan kami gunakan untuk membayar tagihan listrik PLN dan tagihan Air PDAM. Selain itu, kami juga akan belikan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng dan telur,” kata Zainudin saat menerima bantuan.
Zainudin mengaku saat ini dia mengasuh anak yatim piatu berasal dari berbagai tempat yang sangat membutuhkan perhatian ekstra mulai kebutuhan pendidikan, sandang, dan pangan.
Kontinuitas program TJSL ini juga dirasakan oleh panti asuhan di wilayah luar Sumatera. Pengasuh Panti Asuhan Hidayatullah Pontianak, Arif Hartono, mengatakan bantuan tersebut sangat membantu aktivitas pengasuhan anak-anak asuh.
“Kami mewakili anak-anak panti mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan anak-anak selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri,” ujar Arif.
Ia menambahkan, dukungan tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian anak-anak panti sekaligus memastikan kegiatan pembinaan tetap berjalan dengan baik di wilayah Kalimantan Barat.