JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memandang sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi sangat krusial sebagai langkah memperkokoh ekosistem ketenagakerjaan nasional dalam menghadapi tantangan global yang semakin dinamis.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dalam keterangannya yang diterima pada Rabu (10/6/2026) menyatakan bahwa kerja sama ini bertujuan menguatkan ekosistem ketenagakerjaan nasional dan memangkas kesenjangan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat inovasi dan riset. Di sisi lain, Kemnaker memegang mandat untuk menyiapkan tenaga kerja kompeten dan memperluas kesempatan kerja,” ujar Cris.
Kemnaker konsisten melakukan upaya untuk menggandeng dunia akademis dalam melaksanakan tugas tersebut.
Kemnaker pada awal pekan ini resmi menjalin kerja sama dengan tiga perguruan tinggi di Bandung, yakni Universitas Teknologi Bandung (UTB), Universitas Pasundan (Unpas), serta Universitas Langlangbuana (Unila), dalam bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM), riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Kesepahaman Bersama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi kelembagaan dalam mendukung pembangunan ketenagakerjaan nasional. Sinergi ini menjadi kunci dalam menghasilkan SDM unggul yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional," kata Cris.
Cris menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat mendorong program konkret yang meningkatkan kualitas lulusan melalui pengembangan hard skills dan soft skills.
Nantinya, lulusan perguruan tinggi akan memperoleh akses yang lebih luas terhadap berbagai program pelatihan, sertifikasi, magang, hingga penempatan kerja.
Bagi pihak Kemnaker, kolaborasi ini memperkuat penyusunan kebijakan berbasis riset, sementara bagi pihak kampus, langkah ini akan meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja global.
"Saya berharap penandatanganan hari ini tak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi titik awal dari implementasi program-program kolaboratif yang nyata, terukur, dan berkelanjutan," ujarnya.
Secara terperinci, ruang lingkup kerja sama antara Kemnaker dan mitra perguruan tinggi ini meliputi tiga poin utama.
Pertama, Pengembangan Kapasitas SDM dengan meningkatkan mutu serta kompetensi sumber daya manusia agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja modern.
Kedua, Pengkajian Kebijakan yaitu melakukan riset mendalam untuk mendukung perumusan kebijakan serta pembangunan di sektor ketenagakerjaan.
Ketiga, Pengabdian kepada Masyarakat dengan menyelenggarakan program-program aplikatif yang mendukung penguatan ekosistem kerja di tengah masyarakat.
"Melalui kolaborasi akademis dan pemerintah ini, Kemnaker berharap lahir inovasi-inovasi baru yang mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan global sekaligus mempercepat pembangunan SDM yang unggul dan berdaya saing tinggi di Indonesia," kata Cris.