Undana dan Bappenas Jajaki Ekosistem Sapi Potong di NTT

Undana dan Bappenas Jajaki Ekosistem Sapi Potong di NTT
Undana Kupang dan Kementerian PPN/Bappenas menjajaki kerja sama pengembangan ekosistem sapi potong [SUMBER : NET]

JAKARTA - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) tengah menjajaki kerja sama untuk mengembangkan ekosistem sapi potong yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur (NTT) demi memperkuat sektor peternakan.

Di Kupang pada hari Rabu, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, Wakil Rektor I yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Undana, menyampaikan bahwa komoditas sapi potong memegang peranan vital untuk menunjang ketahanan pangan serta ekonomi masyarakat NTT.

"Komoditas sapi potong merupakan sektor fundamental bagi ketahanan pangan dan ekonomi NTT. Undana berkomitmen menggerakkan seluruh potensi akademik yang dimiliki untuk mendukung pengembangan sektor ini," tuturnya.

Menurutnya, Undana dilengkapi dengan ekosistem pendidikan dan penelitian peternakan yang komprehensif, dari tingkat sarjana sampai doktor, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat sektor peternakan di wilayah tersebut.

Dr. Franchy Cristian Liufeto selaku Wakil Dekan I Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) Undana menerangkan bahwa fakultasnya memiliki beragam fasilitas laboratorium yang siap menunjang kemajuan industri sapi potong.

"Kami memiliki fasilitas laboratorium lapangan, pengujian daging ternak, reproduksi, hingga laboratorium kimia pakan. Saat ini FPKP Undana juga sedang fokus mengembangkan inovasi perbaikan genetika sapi lokal melalui program inseminasi buatan untuk meningkatkan kualitas sapi potong di NTT," ucapnya.

Sementara itu, Mahatmi Parwitasari Saronto, Direktur Pengembangan UMKM dan Koperasi Bappenas, memberikan apresiasi atas langkah Undana dalam menjaga keberlanjutan program pengembangan sektor peternakan ini.

Walaupun begitu, ia mengungkapkan bahwa untuk tahun anggaran 2026, alokasi dana khusus bagi program ini belum tersedia seiring dengan adanya efisiensi anggaran serta penyesuaian skala prioritas pembangunan di tingkat nasional.

Sebagai jalan keluar, Bappenas memacu penguatan kerja sama lewat skema usulan strategis yang ditujukan kepada pimpinan kementerian. 

Beberapa agenda pokok dalam rencana kolaborasi tersebut mencakup peningkatan kapasitas kelembagaan peternak rakyat, penerapan ulang model kemitraan, sampai pada penyusunan naskah akademik untuk rekomendasi kebijakan.

Kedua belah pihak pun sepakat untuk meneruskan pembahasan ini lewat pertemuan yang melibatkan Rektor Undana serta Menteri PPN/Kepala Bappenas dalam waktu dekat, dengan tujuan mendiskusikan potensi kerja sama yang lebih komprehensif.

Saat ini, pihak Undana tengah merampungkan proposal rencana kerja beserta surat audiensi. Di pihak lain, Bappenas siap memberikan pendampingan dalam penyusunan dokumen nota kesepahaman (MoU) yang akan menjadi landasan hukum kerja sama tersebut.

Langkah pengembangan ekosistem sapi potong yang berkelanjutan ini dinilai sangat krusial, mengingat status NTT sebagai salah satu sentra ternak sapi berskala nasional.

Sinergi antara dukungan riset dari perguruan tinggi dan perencanaan pembangunan di tingkat nasional ini diharapkan mampu memperkokoh pasokan daging domestik, sembari mengangkat taraf kesejahteraan para peternak di daerah tersebut.

Nusa Tenggara Timur (NTT) sendiri secara rutin mendistribusikan kurang lebih 60.000 sampai 75.000 ekor sapi setiap tahunnya ke berbagai wilayah, di mana pengiriman ini didominasi oleh jenis Sapi Bali.

Wilayah-wilayah yang menjadi tujuan distribusi tersebut meliputi Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan, Sulawesi, hingga kawasan Sumatera.

Secara historis, volume pengiriman ternak sapi asal NTT memperlihatkan angka yang konsisten dan telah menjadi salah satu pilar penopang pasokan daging secara nasional.

Sekitar 90 persen di antaranya bersumber dari peternakan rakyat yang tersebar luas di Pulau Timor serta pulau-pulau lainnya, mencakup Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Malaka, Belu, Sumba Timur, dan sebagian wilayah Flores.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index