BKPM: Ekspansi STT GDC Dorong Perekonomian Digital Berkelanjutan

BKPM: Ekspansi STT GDC Dorong Perekonomian Digital Berkelanjutan
ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC).

JAKARTA - ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC), penyedia layanan kolokasi pusat data asal Singapura, tengah gencar melakukan ekspansi kampus pusat data di Indonesia yang dinamai STT Jakarta Campus. 

Ekspansi ini ditandai dengan mulai beroperasinya STT Jakarta 2, penyelesaian struktur utama STT Jakarta 3, serta peletakan batu pertama untuk pembangunan STT Jakarta 5 dan STT Jakarta 6.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari rencana pengembangan jangka panjang untuk kapasitas IT berkelanjutan yang siap mendukung teknologi AI, dengan total kapasitas lebih dari 360 MW di Indonesia guna memenuhi kebutuhan infrastruktur digital yang terus meningkat.

Direktur Promosi Investasi Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru dan Pasifik, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Saribua Siahaan, menyatakan bahwa ekspansi STT GDC mencerminkan investasi jangka panjang yang dapat mendorong keberlanjutan infrastruktur digital nasional. Ia menilai langkah ini menunjukkan keyakinan investor terhadap potensi pasar Indonesia dalam sektor komputasi awan, AI, dan transformasi digital.

"Potensi pengembangan pusat data di Indonesia begitu signifikan karena didorong transformasi digital yang pesat serta permintaan akan infrastruktur teknologi informasi (TI) yang terus meningkat," ujar Saribua di Cikarang, Bekasi, Rabu (10/6/2026).

Menurut Saribua, pertumbuhan pengguna internet, e-commerce, adopsi layanan berbasis cloud, serta perkembangan AI menjadi faktor kunci meningkatnya permintaan pusat data. Selain itu, ekspansi ini dinilai dapat memperkuat ketahanan energi melalui transisi ke energi terbarukan. "Dengan semua faktor ini, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi salah satu titik pusat data yang strategis di kawasan Asia Pasifik," tambahnya.

Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, menambahkan bahwa ekspansi tersebut mencerminkan kuatnya kemitraan antara Singapura dan Indonesia dalam memajukan ekonomi digital di kawasan ASEAN.

"Di tengah meningkatnya permintaan terhadap AI, cloud, dan komputasi berkinerja tinggi, pusat data menjadi pondasi penting bagi ekonomi digital yang memungkinkan aktivitas ekonomi berlangsung tanpa batasan lokasi," kata Kwok Fook Seng.

Ia juga menekankan bahwa STT GDC membawa praktik terbaik global, termasuk penggunaan energi terbarukan yang saat ini menopang 80% operasionalnya di dunia. Hal ini dinilai turut mendukung terwujudnya ekonomi yang lebih berkelanjutan seiring dengan upaya kedua negara dalam meningkatkan nilai tambah di rantai nilai global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index