Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menyatakan bahwa Gerakan Nasional Ananda Bersinar atau Aksi Nasional Anti-Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika menjadi terobosan strategis dalam melawan ancaman narkotika yang saat ini telah merambah ke berbagai dimensi.
Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menggarisbawahi bahwa bahaya narkotika masa kini sudah bertransformasi menjadi ancaman serius bagi keamanan nasional yang bersifat multidimensi.
"Narkotika bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah keamanan dan ketahanan bangsa, yang dalam konteks tertentu dapat menjadi instrumen perang asimetris," ucap Suyudi, seperti dikutip dari keterangan yang konfirmasi di Jakarta, Rabu.
Suyudi memperingatkan bahwa Indonesia berpotensi menghadapi ancaman besar pada bonus demografi jika generasi penerus bangsa tidak diproteksi dari bahaya jeratan narkotika.
Merujuk pada survei nasional kolaboratif yang dilakukan BNN, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk periode 2023–2025, angka prevalensi penyalahgunaan narkotika di tanah air berada di angka 2,11 persen atau berkisar 4,15 juta orang, di mana usia produktif 15 sampai 24 tahun menjadi kelompok yang paling rawan.
Situasi ini mengindikasikan bahwa kelompok usia muda masih berstatus sebagai target utama dari jaringan sindikat peredaran narkotika.
Lantaran hal tersebut, BNN menyosialisasikan program Ananda Bersinar saat memberikan pembekalan kepada siswa Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) mengenai Strategi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Gerakan ini mengedepankan metode pencegahan, edukasi, pendekatan humanis, serta kerja sama melalui penguatan di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, universitas, kawasan desa, hingga lingkungan masyarakat.
"Ketahanan nasional tidak hanya dibangun dari jumlah operasi dan banyaknya pelaku yang dipenjara, tetapi juga dari kuatnya keluarga, sehatnya sekolah, amannya kampus, tangguhnya desa, serta hadirnya negara dalam membentuk karakter generasi muda," ujarnya.
Oleh karena itu, Suyudi mengimbau para siswa Sespimti yang merupakan calon-calon pemimpin masa depan untuk meningkatkan integritas, kualitas kepemimpinan, serta sinergi antarsektor demi melawan ancaman narkotika yang kian rumit.