jakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menyebutkan bahwa Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 dijadikan momentum guna menciptakan penduduk lanjut usia (lansia) yang tetap produktif demi menyambut bonus demografi.
"Kebetulan hari ini kami mewisuda 387 S1, S2, S3 untuk Sekolah Lansia, bagian dari program kementerian kami. Ini salah satu program prioritas, karena lumayan di Indonesia sudah ada 11 persen lebih, hampir 12 persen aging population (populasi menua) kami. Negara butuh hadir, pemerintah butuh hadir karena mereka-mereka ini rata-rata kesepian," ujar Mendukbangga Wihaji di Jakarta, Selasa.
Maka dari itu, Kemendukbangga/BKKBN merancang bermacam aktivitas supaya para lansia bisa terus produktif lewat Program Sekolah Lansia, di antaranya adalah wirausaha lansia atau lansia entrepreneur serta pelbagai program penunjang lainnya yang saling terhubung.
"Kalau se-Indonesia Sekolah Lansia sudah banyak, hanya saja kebetulan hari ini sekitar 387. Semangatnya adalah memastikan program kami jalan dan ini sebenarnya sangat penting. Oleh karena itu saya terima kasih kepada seluruh Sekolah Lansia," ucap Mendukbangga Wihaji.
Demi menjangkau bonus demografi, ia menambahkan, warga negara yang berada di usia produktif dapat dimaksimalkan agar jauh lebih produktif dan memberi dampak positif bagi wilayah sekelilingnya.
"Yang dalam kategori produktif tentu bisa ada kegiatan yang bermanfaat, yang berdampak, yang kami sebut dengan kapitalisasi demografi. Yang paling penting hari ini adalah karena aging population kami itu hampir 12 persen, sehingga bagaimana 12 persen itu tetap ada aktivitas yang produktif," papar Mendukbangga.
Melalui program Lansia Wirausaha, ia berpendapat hal tersebut menjadi salah satu langkah untuk menjawab tantangan kapitalisasi demografi.
Salah satu hal utama yang digarisbawahi ialah masih banyaknya warga negara berumur 60–74 tahun yang dapat beraktivitas agar terus produktif.
"Maka tadi saya tanya, apa aktivitasnya? Ada yang masih jualan, itu bagian dari bonus demografi. Ada yang mungkin kerja di lembaga tertentu, ada di yayasan, ada yang di pasar, ada juga yang masih jualan online," tuturnya.
Kini tercatat ada 3.051 Sekolah Lansia di seluruh penjuru Indonesia yang seluruh pesertanya sudah terintegrasi dengan sistem aplikasi Lansia berdaya (Sidaya).
Program ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mendongkrak kualitas hidup lansia, sekaligus menyokong gagasan lansia yang tangguh dan produktif.
Kemendukbangga/BKKBN pun menggarisbawahi pentingnya menangani rasa kesepian pada lansia lantaran berpotensi memengaruhi kesehatan mental dan memicu risiko depresi.
Oleh sebab itu, sekolah lansia dipacu untuk menjadi wadah interaksi sosial yang menyokong lansia agar tetap aktif, sehat, serta produktif.