Orangtua Wajib Cermat Membaca Label Susu Anak demi Nutrisi

Orangtua Wajib Cermat Membaca Label Susu Anak demi Nutrisi
Orangtua wajib teliti membaca label komposisi untuk memastikan nutrisinya sesuai kebutuhan anak.

jakarta - Memilih produk susu formula untuk anak tidak boleh sekadar mengandalkan merek atau klaim nutrisi yang diiklankan. Membaca daftar komposisi secara teliti dan menyeluruh menjadi langkah yang wajib dilakukan oleh orangtua. 

Keberadaan label nutrisi tersebut berfungsi membantu orangtua dalam memastikan kesesuaian kandungan seperti protein, zat besi, hingga prebiotik dengan kebutuhan spesifik sang anak.

Senior Scientist FEIHE International, Yang Zhang, Ph.D menjelaskan bahwa aturan pelabelan produk pangan secara universal menetapkan komponen dengan volume terbesar akan selalu ditulis di urutan paling awal dalam daftar komposisi. Sayangnya, pemahaman dasar mengenai informasi nilai gizi ini masih jarang diketahui oleh konsumen.

"Ini adalah sesuatu yang tidak pernah diberitahu kepada sebagian besar orangtua di sini, bahwa item pertama dalam komposisi selalu yang paling banyak jumlahnya," tutur Zhang dalam peluncuran produk susu AceKid di Jakarta Pusat, Minggu (7/6/2026).

Memahami nama bahan utama sangat krusial untuk membedakan kualitas dasar dari susu formula.

 Beberapa produk yang beredar di pasaran menempatkan susu bubuk skim di urutan pertama, menandakan bahwa cairan aslinya telah melewati rangkaian proses pemanasan di pabrik.

"Jika kata pertama yang Anda lihat adalah 'Susu Bubuk', Anda memegang produk yang bahan utamanya adalah susu bubuk rekonsitusi. Susu yang telah dikeringkan setidaknya sekali, dikirim ke seluruh dunia dalam karung industri," papar Zhang.

Orangtua juga perlu mewaspadai adanya kandungan pengental dan pemanis buatan. 

Beberapa produsen terkadang menambahkan zat aditif tersebut untuk mengentalkan tekstur bubuk atau memanipulasi rasa agar lebih disukai anak-anak.

"Kami menemukan maltodekstrin, sirup jagung, sukrosa, dan perisa sintetik. Dan banyak dari bahan tambahan ini sangat dibatasi atau dilarang sama sekali dalam produk nutrisi anak di negara-negara maju," terang Zhang.

Ketelitian dalam menyeleksi daftar bahan ini juga menjadi kewajiban bagi pakar kuliner Chef Arnold Poernomo.

"Ada beberapa hal yang saya hindari, sukrosa ataupun gula tambahan, filler seperti maltodekstrin dan juga perisa sintetik," sebut pria yang menjadi Brand Ambassador AceKid Indonesia ini.

Hal senada diungkapkan oleh Brand Ambassador AceKid Indonesia lainnya, Denny Sumargo.

 Ia selalu menerapkan kebiasaan tersebut setiap kali membelikan susu untuk anaknya, Biel.

"Saya benar-benar membalik kaleng susu, lalu membaca komposisinya dengan serius. Komposisi yang ditulis paling pertama, berarti memiliki proporsi paling besar," tutur dia.

Kandungan lain yang tidak kalah penting untuk dicermati adalah kadar gula.

 Selain memicu masalah pada kesehatan gigi, konsumsi gula secara berlebih juga dapat memengaruhi perkembangan otak anak.

"Ada beberapa penelitian bahwa anak yang konsumsi gula berlebihan pada usia satu tahun pertama kehidupan, ini memberikan penurunan kemampuan kecerdasan pada anak pada usia tiga tahun," ujar Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A (K).

Dampak fisik lain dari konsumsi gula berlebih adalah risiko kelebihan berat badan. 

Anak yang mengalami obesitas rentan terkena gangguan Obstructive Sleep Apnea (OSAS) yang dapat menyumbat saluran pernapasan saat mereka tertidur di malam hari.

"Hati-hati kalau anak gemuk, kemudian dia mengorok, bisa terjadi OSAS, jadi pada saat nafas pada malam hari itu kesulitan. Sehingga oksigen ke otaknya berkurang," ucap dr. Rini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index