Bappenas dan PTPN I Kerja Sama Perkuat Hilirisasi Komoditas Perkebunan

Bappenas dan PTPN I Kerja Sama Perkuat Hilirisasi Komoditas Perkebunan
Sekretaris Utama Bappenas, Teni Widuriyanti

JAKARTA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menjalin kerja sama strategis dengan PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) untuk memperkuat perencanaan serta pengembangan hilirisasi komoditas perkebunan secara terintegrasi. 

Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Sekretaris Utama Bappenas, Teni Widuriyanti, dan Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, yang disaksikan langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy.

"Sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan akan menjadi penopang utama program Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan, energi, dan air. PTPN I memiliki posisi strategis dalam mendukung hilirisasi sumber daya alam yang berkelanjutan," ujar Rachmat Pambudy di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Kolaborasi ini memfokuskan pengembangan ekosistem hilirisasi pada komoditas kelapa, kopi, dan kakao dengan mengoptimalkan aset lahan PTPN I di seluruh Indonesia. 

Langkah ini selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang mendorong transformasi ekonomi melalui hilirisasi komoditas unggulan.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas, Leonardo A. A. Teguh Sambodo, menegaskan bahwa peran BUMN sangat krusial dalam meningkatkan nilai tambah nasional. "PTPN I diposisikan sebagai penggerak sektor produksi untuk meningkatkan volume dan kualitas komoditas agar mampu bersaing di rantai pasok industri dan pasar global," jelas Leonardo.

Saat ini, sektor perkebunan nasional masih menghadapi tantangan berupa stagnasi produktivitas, rantai pasok yang belum terintegrasi, tingginya biaya logistik, serta kurang optimalnya kemitraan inti-plasma. 

Melalui kerja sama ini, Bappenas dan PTPN I berkomitmen mengatasi hambatan tersebut dengan menerapkan strategi terintegrasi yang berfokus pada tiga pilar utama: peningkatan produktivitas, akselerasi investasi, dan penguatan industri.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index