JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali menguat menuju level 8.660 pada perdagangan akhir pekan, Jumat, setelah mengalami koreksi pada sesi sebelumnya.
Koreksi IHSG pada Kamis mencapai 0,65% ke level 8.545, dipengaruhi aksi profit taking dan tekanan penjualan oleh investor.
Tim analis MNC Sekuritas menilai, IHSG masih berada pada bagian wave (iii) dari wave [iii], sehingga area penguatan di kisaran 8.616–8.660 dapat dicermati.
Sementara itu, level support diperkirakan berada pada kisaran 8.491 hingga 8.428, yang bisa menjadi acuan bagi investor untuk memantau pergerakan pasar.
Faktor Global dan Domestic yang Memengaruhi IHSG
Pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh sentimen global, khususnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin bulan depan. Data ekonomi AS, seperti penurunan klaim awal tunjangan pengangguran, menandakan pasar tenaga kerja relatif stabil meski masih ada tantangan dalam penciptaan lapangan kerja baru.
Selain itu, penurunan kepercayaan konsumen AS pada November menambah ketidakpastian pasar, seiring meningkatnya kekhawatiran rumah tangga terkait pekerjaan dan kondisi finansial. Di sisi domestik, aksi profit taking pasca-All Time High (ATH) dan adanya outflow investor asing menjadi faktor penurunan IHSG kemarin.
Rekomendasi Saham ARCI, BMRI, dan GZCO
Saham ARCI tercatat terkoreksi ke level 1.220, diikuti tekanan jual. Tim MNC Sekuritas memperkirakan ARCI berada di awal wave [c] dari wave B, sehingga strategi Buy on Weakness di kisaran 1.150–1.195 bisa diterapkan, dengan target harga 1.265–1.310 dan stoploss di bawah 1.130.
Saham BMRI terkoreksi 3,28% ke 4.860, namun masih menjadi perhatian investor dengan strategi Buy on Weakness di kisaran 4.560–4.840. Target harga BMRI diproyeksikan 5.100–5.400, dengan stoploss di bawah 4.450.
Sementara saham GZCO menunjukkan penguatan 3,18% ke 324, masuk kategori Spec Buy, dengan target 336–378 dan stoploss di bawah 304.
Pergerakan Saham SMBR dan Prospek Jangka Pendek
Saham SMBR terkoreksi 2,68% ke level 290, tetapi masih tertahan oleh MA20. Posisi SMBR diperkirakan berada pada awal wave [v] dari wave 1, sehingga strategi Buy on Weakness di kisaran 284–290 dapat diterapkan. Target harga diprediksi mencapai 310–324, dengan stoploss di bawah 280.
IHSG pada sesi I Jumat melemah 0,33% atau 27,87 poin menuju level 8.517,98, bergerak dalam rentang 8.513–8.572. Sebanyak 254 saham menguat, 346 melemah, dan 207 stagnan, menunjukkan aktivitas pasar yang berimbang antara tekanan jual dan pembelian.
Sesi pembukaan IHSG tercatat menguat 0,16% atau 13,87 poin ke level 8.559,74 pukul 09.01 WIB. Pada awal sesi, sebanyak 255 saham menguat, 150 melemah, dan 237 stagnan. Data ini memperlihatkan volatilitas pasar yang moderat, namun investor perlu waspada terhadap aksi profit taking menjelang akhir pekan.
Strategi Investor Menghadapi Pergerakan IHSG
Tim analis menyarankan investor untuk mencermati saham-saham dengan tren teknikal yang masih potensial rebound, terutama yang terkoreksi akibat tekanan jual jangka pendek. Level support dan resistansi yang telah ditentukan dapat dijadikan panduan dalam menentukan titik entry dan exit agar risiko dapat diminimalkan.
Investor asing yang melakukan outflow menjadi perhatian, namun peluang penguatan IHSG tetap ada dengan adanya sentimen pemangkasan suku bunga global dan stabilisasi data ekonomi domestik.
Pemantauan saham-saham unggulan seperti ARCI, BMRI, GZCO, dan SMBR dinilai strategis karena pergerakan harga yang relatif responsif terhadap kondisi pasar saat ini.
Dengan mempertimbangkan faktor global dan domestic, IHSG diprediksi mampu bergerak menuju zona hijau menjelang penutupan perdagangan akhir pekan.
Investor diimbau tetap disiplin menggunakan strategi risk management, termasuk stoploss, agar dapat menghadapi volatilitas yang masih cukup tinggi di pasar saham Indonesia.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.