fungsi asuransi

Fungsi Asuransi Menurut Para Ahli dan Berdasarkan Jenisnya

Fungsi Asuransi Menurut Para Ahli dan Berdasarkan Jenisnya
fungsi asuransi

Fungsi asuransi, baik syariah maupun konvensional, serta berbagai jenisnya, merupakan hal yang penting untuk dipahami oleh calon pemegang polis.

Secara umum, asuransi berperan sebagai bentuk perlindungan finansial yang dapat membantu mengurangi risiko kerugian di masa depan.

Namun, apa saja manfaat utama dari produk perlindungan ini, dan mengapa penting untuk memilikinya? Yuk, pelajari lebih lanjut untuk memahami fungsi asuransi secara mendalam.

Fungsi Asuransi Menurut Para Ahli

Fungsi asuransi menurut para ahli memberikan perspektif yang lebih mendalam tentang pentingnya peran asuransi dalam kehidupan. Berikut ini beberapa di antaranya.

1. Profesor Mehr dan Cammack

Menurut Profesor Mehr dan Cammack, asuransi merupakan sebuah mekanisme untuk mengurangi risiko finansial. 

Hal ini dilakukan dengan mengumpulkan sejumlah unit eksposur yang memadai sehingga memungkinkan prediksi atas kerugian individu. Selanjutnya, kerugian tersebut akan dibagi rata di antara individu yang menjadi bagian dari kelompok tersebut.

2. Profesor Wirjono Prodjodikoro, S.H.

Profesor Wirjono Prodjodikoro, yang pernah menjabat di Mahkamah Agung Indonesia pada periode 1952-1966, mendefinisikan asuransi sebagai suatu perjanjian antara pihak penjamin dan pihak yang dijamin. 

Dalam perjanjian tersebut, pihak yang dijamin berhak menerima sejumlah uang sebagai kompensasi atas kejadian yang sifatnya belum pasti.

3. Abbas Salim

Abbas Salim, melalui karya tulisnya, menjelaskan bahwa asuransi berperan sebagai sarana untuk menggantikan kerugian besar yang berpotensi terjadi di masa depan. 

Dengan kata lain, membayar premi yang sedikit lebih mahal merupakan langkah antisipasi terhadap risiko yang mungkin muncul. 

Pada dasarnya, jumlah premi yang dibayarkan jauh lebih kecil dibandingkan manfaat perlindungan yang bisa diperoleh dari asuransi tersebut.

Fungsi Primer Asuransi

1. Pengalihan Risiko

Tidak ada seorang pun yang dapat meramalkan risiko dalam kehidupan. Oleh karena itu, fungsi utama asuransi adalah sebagai sarana pengalihan risiko.

Dalam asuransi jiwa atau kesehatan, meskipun tidak dapat menghindarkan seseorang dari rasa sakit atau kematian, asuransi dapat membantu mengurangi risiko kerugian finansial yang mungkin timbul akibat peristiwa tersebut.

Sebagai contoh, ketika seorang ayah yang menjadi tulang punggung keluarga meninggal dunia, keluarganya berpotensi menghadapi penurunan pendapatan yang signifikan.

Dengan adanya asuransi jiwa, keluarga tersebut akan menerima uang pertanggungan (UP) yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka setelah kehilangan sumber penghasilan utama.

2. Penghimpun Dana

Fungsi lain dari asuransi adalah sebagai penghimpun dana. Dalam hal ini, perusahaan asuransi mengumpulkan dana dari masyarakat, yaitu para pemegang polis, melalui pembayaran premi.

Dana yang terkumpul ini kemudian digunakan untuk menjalankan fungsi pengalihan risiko, yaitu membayar klaim kepada nasabah yang mengalami musibah.

Proses penghimpunan dana ini diatur dengan jelas oleh hukum asuransi di Indonesia, yang mencakup ketentuan terkait pembayaran premi hingga klaim. 

Tanpa adanya dana dari pemegang polis, perusahaan asuransi akan kesulitan dalam memenuhi kewajibannya membayar klaim. 

Oleh sebab itu, dana yang terkumpul dikelola dengan baik agar dapat didistribusikan kepada nasabah yang membutuhkan, tanpa mengganggu stabilitas keuangan perusahaan.

3. Menjamin Keseimbangan Premi dan Perlindungan

Salah satu fungsi utama asuransi adalah memastikan keseimbangan antara premi yang dibayarkan dan perlindungan yang diberikan. 

Fungsi ini memungkinkan pemegang polis mendapatkan perlindungan terhadap risiko tanpa harus membayar premi yang terlalu tinggi.

Perusahaan asuransi menghitung risiko yang mungkin terjadi berdasarkan premi yang dibayarkan. Namun, tidak semua risiko yang dialami nasabah akan mendapatkan penggantian yang sama. 

Hal ini tergantung pada jumlah premi yang dibayar serta profil risiko masing-masing nasabah.

Sebagai contoh, seseorang yang membayar premi asuransi jiwa sebesar Rp1 juta per bulan akan mendapatkan uang pertanggungan yang berbeda tergantung pada kebiasaan dan kondisi kesehatannya, seperti apakah ia perokok atau bukan, meskipun usianya sama.

Fungsi Sekunder Asuransi

1. Ekspor secara tidak Langsung

Asuransi memiliki peran dalam mendukung aktivitas ekspor barang atau komoditas ke luar negeri. 

Hal ini dimungkinkan karena beberapa perusahaan asuransi menawarkan perlindungan hingga ke mancanegara, termasuk asuransi untuk pengiriman barang ke luar negeri.

Dengan adanya proteksi ini, risiko kerugian selama proses pengiriman dapat diminimalkan, sehingga mendorong kelancaran ekspor.

2. Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Asuransi juga berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meskipun dampaknya mungkin tidak langsung terlihat.

Melalui berbagai aktivitas seperti transaksi jual beli, pengelolaan dana, dan pengendalian kerugian, asuransi membantu memperkuat sektor jasa keuangan. Dengan demikian, kegiatan ekonomi suatu negara dapat meningkat.

Selain itu, perusahaan asuransi turut menciptakan lapangan kerja, terutama melalui peran agen asuransi yang menjadi bagian penting dalam industri ini. Hal ini secara tidak langsung turut mendukung roda perekonomian negara.

Fungsi Khusus asuransi

1. Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa umumnya digunakan untuk mengurangi risiko finansial yang timbul akibat meninggalnya tulang punggung keluarga atau ketidakmampuannya bekerja. Jenis asuransi ini sangat cocok bagi kamu yang telah berkeluarga. 

Dengan asuransi jiwa, keluarga yang ditinggalkan akan tetap memiliki dukungan finansial sehingga tidak menghadapi kesulitan ekonomi setelah kehilangan kepala keluarga.

2. Asuransi Kesehatan

Sebagai salah satu jenis asuransi yang paling banyak diminati, asuransi kesehatan memberikan perlindungan bagi nasabah yang mengalami sakit.

Dengan memiliki asuransi kesehatan, nasabah dapat mengakses layanan medis tanpa harus mengeluarkan biaya besar, karena sebelumnya sudah menyisihkan dana melalui premi sebagai bentuk persiapan menghadapi risiko tersebut.

3. Asuransi Pendidikan

Asuransi pendidikan dirancang untuk menjamin kebutuhan pendidikan anak-anak di masa depan. Melalui jenis asuransi ini, masa depan pendidikan anak-anak kamu akan lebih terjamin. 

Perusahaan asuransi akan menyediakan dana sesuai kesepakatan untuk mendukung biaya pendidikan mereka, sehingga kamu tidak perlu khawatir akan kebutuhan pendidikan mereka di kemudian hari.

4. Asuransi Kerugian

Asuransi kerugian bertujuan untuk mengurangi dampak finansial akibat kerusakan atau kehilangan aset tertentu.

Jenis asuransi ini termasuk dalam kategori asuransi umum, dengan produk yang sering dijumpai seperti asuransi mobil. Dengan perlindungan ini, risiko kerugian atas aset yang dimiliki dapat diminimalkan.

5. Asuransi Syariah

Asuransi syariah merupakan jenis asuransi yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dan diawasi oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Produk asuransi syariah mencakup berbagai kategori, seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan asuransi umum, termasuk perlindungan untuk kendaraan.

Secara umum, asuransi syariah memiliki fungsi yang mirip dengan asuransi konvensional, namun dikelola dengan prinsip syariah. Beberapa fungsinya adalah:

  • Pengelolaan dana sesuai syariah Islam.
  • Transparansi dalam pengelolaan dana.
  • Keuntungan hasil investasi dibagikan kepada peserta.
  • Kepemilikan dana oleh perusahaan dan peserta.
  • Dana kontribusi tidak hangus meskipun tidak ada klaim.
  • Manfaat surplus underwriting.

6. Asuransi Mobil

Asuransi mobil dirancang untuk melindungi pemilik kendaraan dari kerugian yang mungkin terjadi.

Perlindungannya mencakup biaya perbaikan akibat berbagai risiko, seperti kecelakaan, tindakan kriminal, kebakaran, dan lainnya.

7. Asuransi Perjalanan

Jenis asuransi ini memberikan perlindungan selama perjalanan, baik domestik maupun internasional.

Cakupannya meliputi perlindungan medis, bantuan darurat global, kecelakaan diri, dan perlindungan dari ketidaknyamanan perjalanan, seperti kehilangan bagasi atau keterlambatan perjalanan.

8. Asuransi Kebakaran

Asuransi kebakaran memberikan ganti rugi atas kerusakan yang dialami bangunan, seperti rumah, kantor, atau gedung lainnya.

Pertanggungannya meliputi kerusakan sebagian atau seluruh bangunan serta harta benda di dalamnya yang disebabkan oleh kebakaran.

9. Asuransi dan Investasi

Melalui produk unit link, kamu bisa mendapatkan dua manfaat sekaligus: perlindungan finansial terhadap risiko meninggal dunia dan hasil dari investasi.

Untuk memilih produk unit link yang sesuai, kamu dapat berkonsultasi dengan agen asuransi terpercaya, sambil mempertimbangkan kebutuhan dan anggaranmu.

Fungsi dari Asuransi Berdasarkan Jenisnya

1. Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa bertujuan memberikan santunan tunai kepada ahli waris ketika tertanggung mengalami musibah, seperti cacat total atau kecelakaan yang menyebabkan meninggal dunia.

Ahli waris yang dimaksud dapat berupa anak, anggota keluarga, atau pihak lain yang ditunjuk. Dana santunan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga yang ditinggalkan, sehingga membantu mereka tetap bertahan secara finansial.

2. Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan menjadi salah satu produk yang tak kalah populer dibandingkan asuransi jiwa. Jenis asuransi ini memberikan manfaat utama berupa pertanggungan atas biaya pengobatan.

Cakupan biaya pengobatan meliputi konsultasi medis, operasi, pembelian obat-obatan, biaya kamar rawat inap, dan kebutuhan medis lainnya. 

Fungsi utama dari asuransi kesehatan adalah memberikan jaminan ganti rugi terhadap biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan.

3. Asuransi Pendidikan

Asuransi pendidikan dirancang untuk memberikan jaminan biaya pendidikan bagi anak-anak. Biasanya, asuransi ini dibeli oleh orang tua sebagai bentuk persiapan dana pendidikan anak.

Proteksi pendidikan berfungsi sebagai tabungan yang memastikan kebutuhan biaya pendidikan, mulai dari jenjang SD hingga perguruan tinggi, dapat terpenuhi sesuai dengan rencana.

4. Asuransi Properti

Asuransi properti memberikan jaminan ganti rugi atas kerugian yang terjadi pada properti yang dimiliki, seperti akibat kebakaran atau bencana lainnya.

Jenis properti yang dilindungi tidak hanya rumah, tetapi juga dapat mencakup tempat usaha atau aset bisnis lainnya. 

Ketika properti yang diasuransikan mengalami kerusakan atau kerugian, pihak asuransi akan menanggung biaya ganti rugi sesuai dengan ketentuan polis.

5. Asuransi Mobil

Asuransi mobil memberikan perlindungan berupa jaminan atas biaya kerusakan kendaraan. Misalnya, ketika mobil mengalami kecelakaan atau pencurian, asuransi akan menanggung sebagian besar biaya perbaikan atau penggantian kendaraan.

Produk proteksi ini berfungsi untuk membantu pemilik kendaraan mengurangi beban finansial akibat risiko yang menimpa mobil mereka.

Fungsi pada Istilah-istilah Asuransi

1. Polis

Polis asuransi merupakan dokumen yang memuat ketentuan, hak, dan kewajiban semua pihak berdasarkan kesepakatan dalam jangka waktu tertentu.

Polis ini berfungsi sebagai bukti tertulis bagi tertanggung dan penanggung atas jaminan penanggungan risiko atau penggantian kerugian yang mungkin terjadi.

2. Perusahaan Asuransi

Perusahaan asuransi berperan sebagai pihak yang menanggung atau mengambil alih risiko dari tertanggung atau nasabah.

Peran utama perusahaan asuransi adalah membantu nasabah meminimalkan dampak kerugian tak terduga yang mungkin mereka alami.

3. Hukum Asuransi

Hukum asuransi adalah peraturan tertulis yang mengatur hak nasabah untuk memperoleh perlindungan serta kewajibannya membayar premi kepada perusahaan.

Aturan ini bertujuan untuk memastikan bahwa nasabah dan perusahaan asuransi menaati perjanjian yang telah disepakati dalam polis.

4. Premi

Premi asuransi merupakan imbalan yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi sebagai syarat untuk mendapatkan manfaat perlindungan.

Agar dapat menikmati manfaat pertanggungan, nasabah harus membayar premi secara berkala. Tanpa pembayaran premi, perusahaan asuransi tidak dapat memberikan perlindungan atau menanggung kerugian yang dialami oleh nasabah.

Sebagai penutup, dengan memahami fungsi asuransi, kamu dapat melindungi diri dan aset berharga dari berbagai risiko yang tak terduga.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index