DMI dan Dewan Imam Australia Perkuat Kolaborasi Kelola Masjid

Rabu, 15 Juli 2026 | 18:08:31 WIB
DMI dan Dewan Imam Australia Kerja Sama Pertukaran Imam [FOTO: NET].

JAKARTA - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla memacu penguatan kolaborasi antara organisasi masjid di Indonesia dengan komunitas Muslim di Australia, semisal program pelatihan, pertukaran imam, hingga tata kelola masjid.

“Hubungan antara umat dan organisasi itu biasa kita lakukan, seperti pelatihan-pelatihan, tukar-menukar imam dan sebagainya. Itu bisa dilakukan,” ujar Jusuf Kalla di Jakarta, Rabu (15/07/2026).

Pernyataan JK ini diutarakan sehabis menerima kunjungan silaturahmi dari Presiden Dewan Imam Nasional Australia Sheikh Shadi Al Suleiman di Kantor Pusat DMI, Jalan Matraman, Jakarta Timur.

Jusuf Kalla memaparkan bahwa syiar Islam di Australia terus memperlihatkan pertumbuhan seiring bertambahnya populasi umat Islam yang datang dari beragam negara dan telah terintegrasi menjadi bagian dari warga Australia.

“Perkembangan Islam di Australia itu sangat besar sekali, karena keberagaman Islam dari banyak negara yang merupakan imigran di Australia,” katanya.

Sementara itu, Presiden Dewan Imam Nasional Australia Sheikh Shadi Al Suleiman memberikan apresiasi atas peluang berkunjung dan bertukar pikiran dengan para pengurus DMI. Ia menganggap kiprah DMI dalam mengoordinasikan jaringan masjid di Indonesia selaku hal yang sangat hebat.

“Sangat penting bahwa kita mencoba membawa masjid bersama dan menyatukan aktivitas mereka agar mencapai tujuan yang sama. Membawa 800 ribu masjid di Indonesia adalah sesuatu yang indah,” ujar Sheikh Shadi.

Ia berharap dialog ini mampu memperkokoh relasi dan kolaborasi antara Dewan Imam Nasional Australia dengan DMI, terutama dalam mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat pergerakan umat.

“Masjid adalah rumah Allah SWT, tempat yang menyambut dan menjadi pusat membawa orang bersama,” katanya.

Sheikh Shadi menguraikan bahwa kemitraan yang akan dirancang meliputi penguatan tali persaudaraan antarorganisasi, saling bertukar pengalaman, hingga berbagi wawasan seputar manajemen masjid.

Menurut pandangannya, kendati umat Islam di Australia berstatus sebagai kelompok minoritas, pertumbuhan masjid di negara kangguru tersebut terus merangkak naik. Hingga kini terdapat sekitar 400 masjid di Australia yang difungsikan sebagai pusat kegiatan komunitas Muslim.

“Kami ingin belajar dari DMI dan berbagi sumber daya untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih baik tentang bagaimana masjid dapat beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sheikh Shadi pun memandang umat Islam Indonesia memegang andil krusial dalam menyajikan teladan kehidupan berislam yang moderat serta rukun di kancah global.

“Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. Hubungan antara Australia dan Indonesia, dari negara ke negara, orang ke orang, dan Islam ke Islam, sangat penting. Muslim Indonesia adalah contoh yang sangat baik bukan hanya untuk Muslim Australia, tetapi juga untuk seluruh dunia,” kata dia.

Terkini