Sering Tersentak Saat Mulai Tidur? Kenali Apa Itu Hypnic Jerk

Selasa, 07 Juli 2026 | 02:52:01 WIB
Sinyal Otak Bertabrakan, Ini Penyebab Tubuh Tersentak Saat Tidur [FOTO: NET].

JAKARTA - Pernahkah Anda merasakan kaki mendadak menendang, badan menyentak, atau merasa seakan terperosok jatuh ketika baru saja hendak terlelap nyenyak? Kejutan sensorik tersebut acap kali memicu seseorang terjaga seketika dalam kondisi terkejut.

Kondisi medis ini diidentifikasi dengan istilah hypnic jerk atau sentakan hipnik. Berdasarkan penjelasan dari ahli kesehatan tidur asal Stanford University, Dr. Rafael Pelayo, fenomena ini tergolong sangat lazim dialami oleh populasi masyarakat dan pada dasarnya tidak memicu bahaya.

"Itu adalah salah satu fenomena tidur yang hampir semua orang pernah rasakan atau sadari," kata Dr. Pelayo, seperti disadur dari PopSugar, Selasa (7/7/2026).

Apa itu hypnic jerk?

Hypnic jerk merupakan sebuah manifestasi gerakan refleks atau kejutan mendadak yang timbul tatkala tubuh tengah berada dalam fase peralihan dari kondisi terjaga menuju fase terlelap.

 Gerakan kejut ini dapat menyerang area tungkai kaki, lengan tangan, ataupun merata ke seluruh bagian badan. 

Beberapa individu terkadang turut mengindra ilusi layaknya terlempar dari tempat tinggi, tersandung, atau badan mendadak kehilangan tumpuan keseimbangan tepat sebelum benar-benar tertidur.

Mengapa tubuh bisa tersentak saat mau tidur?

Merujuk pada ulasan Dr. Pelayo, pemicu utama dari fenomena ini berkaitan erat dengan adanya benturan instruksi sinyal di dalam otak yang saling bertabrakan.

"Ini terjadi karena tubuh ingin tidur, tetapi kamu masih memaksanya tetap terjaga," jelasnya.

Skenario ini contohnya terjadi tatkala Anda masih sibuk mengetik balasan pesan, menuntaskan pekerjaan di depan layar laptop, atau terus membebani pikiran dengan berbagai hal menjelang waktu istirahat. Imbasnya, sistem saraf yang meregulasi kondisi terjaga dan kondisi tidur menjadi tumpang tindih.

"Dunia tidur dan dunia terjaga menjadi kabur," kata Dr. Pelayo.

Apakah kondisi ini berbahaya?

Pada mayoritas kasus yang ditemui, hypnic jerk bukanlah representasi dari adanya gangguan kesehatan yang bersifat krusial. 

Kebalikannya, reaksi tubuh ini justru kerap dinilai sebagai alarm peringatan bahwa kondisi fisik Anda sudah terlampau letih dan memerlukan waktu istirahat yang cukup.

"Yang tubuh kamu coba sampaikan adalah, 'Kamu seharusnya sudah tidur sekarang. Berhenti memaksakan diri tetap terjaga,'" ujar Dr. Pelayo.

Kendati begitu, fenomena sentakan ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan restless legs syndrome (RLS), yakni sebuah problem kesehatan yang memicu sensasi tidak nyaman, kesemutan, rasa seperti terbakar, hingga dorongan emosional yang kuat untuk terus menggerakkan kaki di saat sedang beristirahat.

Cara mengurangi sentakan saat mau tidur

Guna meminimalisasi intensitas tubuh tersentak ketika menjelang tidur, pakar menyarankan pengaplikasian sejumlah panduan berikut:

Hentikan pengoperasian gawai ponsel pintar serta laptop menjelang waktu tidur.

Matikan layar televisi dan reduksi paparan dari pancaran cahaya yang silau.

Terapkan pola serta rutinitas jam tidur yang ajek.

Sediakan waktu bagi tubuh agar dapat berada dalam kondisi yang benar-benar rileks sebelum memejamkan mata.

Hindari tindakan memaksakan diri untuk bertahan terjaga di saat rasa kantuk sudah melanda.

Apabila intensitas sentakan dirasa terlampau sering terjadi, merusak kualitas tidur harian, atau dibarengi keluhan klinis lainnya seperti rasa linu dan sensasi panas menyengat pada kaki, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter demi memperoleh penanganan lebih lanjut.

Terkini