Uang Primer Indonesia Tembus Rp2.228 Triliun per Juni 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 00:19:01 WIB
BI Catat Uang Primer Tumbuh 13,8 Persen Jadi Rp2.228 Triliun [FOTO: NET].

JAKARTA — Otoritas Bank Indonesia melaporkan raihan posisi uang primer (M0) adjusted mencatatkan pertumbuhan sebesar 13,8% secara tahunan (year on year/YoY) pada periode Juni 2026. Lewat dinamika perkembangan tersebut, akumulasi uang primer saat ini membukukan nominal sebesar Rp2.228 triliun.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso memaparkan bahwa tingkat pertumbuhan tersebut mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya yang sempat menyentuh angka 14,2% YoY.

"Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal yang diedarkan sebesar 14% YoY dan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 12,7% YoY," ungkap Denny dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).

Sementara itu, apabila mencermati pergerakan tren di sepanjang tahun berjalan ini, volume uang primer yang disesuaikan tersebut memperlihatkan kecenderungan menyusut, yakni dari posisi Rp2.367,8 triliun pada Desember 2025 menjadi tinggal Rp2.228 triliun pada posisi Juni 2026.

Untuk dipahami, komponen uang primer merupakan instrumen uang kartal baik dalam bentuk kertas maupun logam yang berada di tengah masyarakat, beserta simpanan giro milik perbankan umum yang ditempatkan di Bank Indonesia. 

Di lain sisi, variabel uang primer adjusted mendeskripsikan pergerakan posisi uang primer yang telah mengisolasi imbas dari penyusutan giro perbankan di Bank Indonesia sebagai konsekuensi atas penyaluran stimulus likuiditas.

Menilik dari aspek faktor yang memberikan pengaruh, laju pertumbuhan uang primer adjusted ini sudah mengalkulasikan konsekuensi atas penyaluran insentif likuiditas ataupun instrumen pengendalian moneter adjusted.

Merujuk pada kondisi per April 2026, bagian dari komponen uang primer meliputi uang kartal senilai Rp1.301 triliun, saldo giro bank umum di BI adjusted sebesar Rp887,4 triliun, rekening giro sektor swasta di BI senilai Rp7,6 triliun, serta instrumen surat berharga keluaran BI yang dikuasai oleh sektor swasta dengan nilai Rp36 triliun. 

Surat berharga dimaksud mencakup instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI), serta Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) yang berada dalam kepemilikan pihak sektor swasta.

Terkini