Menguras Mental, Ini Ciri Hubungan Sesama Ibu yang Tidak Sehat

Senin, 06 Juli 2026 | 03:11:01 WIB
Kenali Tanda Pertemanan Sesama Ibu yang Toksik dan Solusinya [FOTO: NET].

JAKARTA - Membangun hubungan pertemanan dengan sesama ibu sering kali dipandang sebagai sebuah keharusan. Relasi ini idealnya dapat berfungsi sebagai tempat untuk saling bersandar. Namun, realitanya tidak semua jalinan pertemanan mampu memberikan dampak yang positif. 

Pada Januari 2026, selebritas Ashley Tisdale sempat memicu pembahasan hangat setelah membagikan esai di The Cut mengenai keputusannya untuk menarik diri dari lingkaran pertemanan ibu yang toksik. Wadah komunitas yang semestinya bersifat suportif tersebut justru dinilai menguras stabilitas emosi.

Psikolog sekaligus direktur klinis nasional untuk Integrated Behavioral Health di LifeStance Health, Kristin MacGregor, PhD, menjelaskan bahwa ketersediaan dukungan sosial sewajarnya menjadi pelindung bagi kondisi fisik serta mental. Sayangnya, tidak setiap jalinan interaksi sosial benar-benar menghadirkan dukungan yang tulus untukmu.

"Pertemanan dimaksudkan untuk membuatmu merasa aman, terjamin, dan percaya diri," tutur MacGregor, melansir Parents, Minggu (5/7/2026).

"Jika sebuah pertemanan menguras tenagamu, sangat wajar untuk meninjau kembali apa yang kamu cari dari seorang teman sesama ibu," ucap dia.

Mengenali tanda pertemanan yang toksik dan cara mengakhirinya Ibu sekaligus psikolog klinis, Gilly Kahn, PhD, menguraikan bahwa mengambil jarak dari sesama rekan ibu memang menjadi perkara yang rumit, terlebih bila anak-anak kalian terikat dalam pertemanan. Kendati begitu, di saat ikatan tersebut terasa sangat melelahkan, kamu berkewajiban untuk mengevaluasinya. Berikut merupakan beberapa indikasi beserta solusinya.

Tanda pertemanan sesama ibu tidak sehat

1. Hubungan yang tidak seimbang Pertemanan yang bermutu senantiasa memerlukan adanya aksi timbal balik yang proporsional. Maknanya, setiap individu di dalam lingkaran tersebut merasakan adanya kesetaraan yang seimbang antara porsi memberi dengan menerima.

"Dalam pertemanan antarsama ibu, hubungan yang tidak seimbang mungkin berupa hubungan di mana satu ibu terus-menerus melakukan kebaikan atau hadir untuk ibu yang lain, tetapi ibu yang lain kurang memberi dan kurang dapat diandalkan," tutur Kahn.

2. Teman yang terlalu menuntut Kahn amat memahami dinamika tersebut, lantaran dirinya pernah menyudahi kedekatan dengan seorang teman yang memperlakukannya layaknya seorang terapis, bukan sebagai seorang sahabat.

"Keibuan itu membuat stres, dan para ibu bisa sangat saling mendukung satu sama lain, yang membantu pertemanan," kata dia.

Namun, adakalanya para ibu dapat bertindak melampaui batas, sehingga rasa stres dan kewalahan yang mereka rasakan merembes masuk ke dalam ikatan pertemanan.

"Hal tersebut membuat pertemanan terlalu banyak tentang mengurus dan memadamkan api, dan tidak cukup tentang bersenang-senang bersama," terang Kahn.

3. Kepribadian yang tak lagi sejalan Ada kalanya kamu merasa tidak lagi berada dalam satu frekuensi yang cocok. Berdialog secara monoton hanya mengenai urusan pengasuhan anak lama-kelamaan bakal mengaburkan esensi identitas aslimu sebagai seorang individu. Dalam ranah pertemanan, kaum perempuan kerap kali mendambakan ruang untuk merasa "utuh". Oleh karena itu, berdiskusi melulu seputar dunia "keibuan" akan menyamarkan gambaran tentang siapa diri mereka yang sebenarnya sebagai seorang manusia.

Menurut Kahn, tidak ada salahnya untuk menyudahi sebuah jalinan pertemanan apabila kamu memilih untuk mengalokasikan lebih banyak waktu pada lingkaran pertemanan yang lain.

"Terutama jika pertemanan tersebut terasa lebih nyaman dan jujur pada dirimu sendiri sebagai manusia, bukan hanya sebagai seorang ibu," tutur dia.

4. Berdampak buruk bagi kesehatan mental MacGregor membagikan dua parameter utama. Tanyakan pada dirimu, apakah jalinan hubungan ini memicu hadirnya rasa duka atau kemarahan dalam jangka waktu yang panjang? Pertanyaan kedua, apakah riak gesekan sosial ini sampai mengganggu konsentrasimu secara parah sewaktu bekerja?

"Jika kamu menjawab ya untuk salah satu atau kedua pertanyaan itu, kemungkinan besar kesehatan mentalmu terpengaruh secara negatif sehingga ada sesuatu yang perlu diubah," jelas dia.

Cara mengakhiri pertemanan sesama ibu

1. Membiarkan pertemanan meredup Apabila teman tersebut tidak memiliki keterikatan yang kuat dengan lingkaran keluargamu, langkah paling bijak yang bisa diambil adalah membiarkan hubungan tersebut memudar dengan sendirinya secara alami.

"Jika kamu biasanya menjadi orang yang menjangkau dan membuat rencana, mungkin mulailah mengurangi hal itu," saran Kahn.

"Berikan lebih sedikit ke dalam hubungan tersebut, tetapi bersikaplah sopan, dengan asumsi teman tersebut bukan orang yang membuatmu kewalahan dengan pesan teks atau panggilan telepon," sambung dia.

Dalam beberapa kondisi, kamu hanya perlu berlatih untuk menolak berbagai ajakan yang biasanya kamu sanggupi, tanpa perlu membuat sebuah proklamasi perpisahan yang terkesan dramatis.

2. Berkomunikasi secara langsung Akan tetapi, jika teman tersebut dinilai terlampau menuntut, komunikasikan hal tersebut secara langsung dengan mengedepankan perspektif kata "saya" ketimbang melayangkan tuduhan. Kamu dapat melontarkan kalimat seperti, "Senang rasanya saya bisa ada untukmu, tapi akhir-akhir ini saya sedang menghadapi masalah saya sendiri. Saya sangat kewalahan dengan pekerjaan dan tanggung jawab keluarga serta rumah, jadi saya butuh sedikit ruang saat ini".

Terkini