BPDP Dorong Kemitraan UMKM Perkebunan dan Investor

Senin, 06 Juli 2026 | 20:11:31 WIB
BPDP Siap Pertemukan UMKM Perkebunan dengan Investor [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menegaskan kesiapan untuk menghubungkan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) perkebunan dengan calon mitra bisnis, investor, hingga masyarakat yang berminat mengeksplorasi usaha berbasis komoditas perkebunan.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah mengungkapkan pihaknya terus berkomitmen menyokong pertumbuhan UMKM perkebunan lewat pelbagai program yang berfokus pada peningkatan kapasitas usaha, perluasan jangkauan pasar, serta penguatan hilirisasi komoditas perkebunan.

"Komoditas perkebunan Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Salah satu langkah untuk mempertemukan para pelaku UMKM perkebunan dengan investor maupun calon mitra usaha yaitu lewat pameran Info Franchise & Business Concept (IFBC) dengan tema “Grow Beyond Boundaries” di Jogja Expo Center, Yogyakarta selama 3 - 5 Juli 2026.

Dalam Pameran IFBC tersebut BPDP memamerkan ratusan peluang usaha bagi semua kalangan masyarakat demi menggenjot pertumbuhan UMKM naik kelas dalam menyokong ekonomi nasional lewat inovasi dan sinergi.

Di samping itu, sambung Helmi, agenda tersebut merupakan komitmen nyata BPDP dalam memacu hilirisasi serta peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan melalui penguatan kapasitas para pelaku UMKM.

"Ini menjadi momentum bagi BPDP untuk mempertemukan pelaku UMKM perkebunan dengan calon mitra usaha, investor, maupun masyarakat yang tertarik mengembangkan bisnis berbasis komoditas perkebunan," katanya.

Menurut dia IFBC menjadi sarana strategis untuk mengenalkan bermacam produk unggulan berbasis komoditas perkebunan kepada khalayak, pelaku usaha, hingga calon investor.

"Kami berharap melalui ajang ini dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi dan mendorong UMKM perkebunan untuk terus berkembang, berinovasi, dan naik kelas," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, diharapkan lahir lebih banyak wirausaha yang sanggup mengolah potensi perkebunan menjadi produk yang inovatif, kompetitif, serta mempunyai daya saing di pasar domestik maupun global.

"Kami terus mendorong agar produk-produk perkebunan Indonesia mampu memiliki daya saing yang lebih tinggi dan menjangkau pasar yang lebih luas," ujar Helmi.

BPDP berharap semakin banyak elemen masyarakat, terkhusus generasi muda dan calon wirausaha, yang memandang sektor perkebunan tidak sekadar sebagai penghasil komoditas primer, melainkan juga sebagai hulu inovasi dan peluang bisnis yang berkelanjutan.

Terkini