JAKARTA - Nama Azzedine Ounahi kembali menjadi pusat perhatian seusai dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga kemenangan Maroko 3-0 atas Kanada di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Gelandang berumur 26 tahun tersebut melesakkan dua gol sekaligus menjadi penggerak permainan Singa Atlas guna membawa negaranya menembus perempat final Piala Dunia untuk kedua kalinya secara berturut-turut.
Aksi impresif ini seakan membangkitkan memori empat tahun silam, saat Ounahi mencuat sebagai salah satu bintang baru pada Piala Dunia 2022 Qatar.
Waktu itu, pelatih Spanyol, Luis Enrique, bahkan dibuat kagum oleh performa sang gelandang. "Dari mana anak itu berasal? Dia tidak berhenti berlari. Luar biasa," kata Luis Enrique usai Maroko menyingkirkan Spanyol melalui adu penalti pada babak 16 besar Piala Dunia 2022, dilansir The Athletic.
Dari kasta ketiga Perancis ke panggung Piala Dunia
Sanjungan Luis Enrique terasa spesial lantaran rekam jejak karier Ounahi terhitung tidak biasa. Ketika merumput di Qatar pada usia 22 tahun, Ounahi sejatinya baru satu tahun angkat kaki dari kompetisi kasta ketiga Prancis.
Kendati demikian, ia langsung memperlihatkan rasa percaya diri di panggung tertinggi sepak bola dunia. Stamina tanpa lelah, kelincahan dalam mendribel bola, serta kelihaian mengontrol penguasaan bola menjadikan Ounahi salah satu pilar paling menonjol di skuad Maroko yang mengukir sejarah sebagai tim Afrika pertama yang melaju hingga semifinal Piala Dunia.
Performa apiknya membuat beberapa klub raksasa Eropa langsung dikaitkan dengan dirinya, termasuk Barcelona.
Karier sempat meredup
Akan tetapi, kelanjutan karier Ounahi setelah Piala Dunia 2022 tidak berjalan semulus perkiraan banyak pihak. Pada bursa transfer Januari 2023, ia memutuskan hengkang dari Angers demi merapat ke Olympique Marseille.
Walaupun sempat membobol gawang lawan di laga pertamanya, Ounahi kesulitan mengunci posisi di tim utama. Ia kurang mampu menyesuaikan diri secara optimal dengan skema permainan 3-4-2-1 milik pelatih Igor Tudor, sehingga lebih sering keluar-masuk dari susunan pemain starter.
Kondisi pelik tersebut terus berlanjut hingga musim berikutnya, sampai akhirnya pada musim panas 2024, Marseille meminjamkannya ke tim asal Yunani, Panathinaikos.
Bangkit bersama Girona
Titik balik kebangkitan Ounahi baru benar-benar terlihat setelah ia memperkuat Girona pada awal musim 2025-2026. Kendati Girona pada prosesnya harus terdegradasi dari LaLiga, Ounahi justru tampil memukau sebagai salah satu gelandang terbaik di liga tersebut.
Penempatan peran yang lebih menyerang memberinya keleluasaan mengeksplorasi daya gedor. Ia kembali mempertontonkan kualitas yang dahulu sempat memikat dunia sepak bola di Piala Dunia 2022, seperti pergerakan yang dinamis, kemampuan menggiring bola keluar dari tekanan musuh, serta kecerdasan melihat ruang kosong.
Dalam sebuah sesi wawancara yang dikutip The Guardian, Ounahi menyebutkan dirinya telah menemukan kembali kegembiraan dalam bermain bola.
"Saya merasa nyaman di sini. Saya menemukan kembali semangat dan senyum saya saat bermain sepak bola," ujar Ounahi.
Berdasarkan data dari Transfermarkt, Ounahi secara resmi berseragam Girona sejak 30 Agustus 2025 dan terikat masa bakti sampai 30 Juni 2030. Pemain tengah kelahiran Casablanca pada 19 April 2000 ini sudah membukukan 54 caps bersama tim nasional Maroko dengan torehan 11 gol.
Mulai bersinar lagi di Piala Dunia saat Kanada vs Maroko
Pertandingan kontra Kanada menjadi momen puncak kembalinya performa terbaik Ounahi. Saat Maroko sempat menemui jalan buntu untuk merubuhkan lini pertahanan Kanada di babak pertama, Ounahi hadir memberikan solusi.
Gol pembukanya tercipta di awal paruh kedua setelah memanfaatkan operan mendatar Achraf Hakimi dari skema tendangan bebas, sebelum akhirnya melepaskan tembakan presisi ke sudut bawah gawang.
Gol keduanya datang pada menit ke-82. Lewat skema serangan balik cepat memanfaatkan operan dari Brahim Diaz, Ounahi melakukan penyelesaian akhir yang begitu tenang ke pojok atas gawang demi mengunci keunggulan 3-0 untuk Maroko.
Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, melihat perkembangan Ounahi sekarang jauh lebih matang ketimbang empat tahun lalu. Menurut Ouahbi, jam terbang telah menempa sang gelandang menjadi pesepak bola yang lebih lengkap.
"Ia sekarang lebih berpengalaman. Dia semakin matang dan terus berkembang. Kami yakin dia masih memiliki banyak tahun yang bagus di depannya," ujar Ouahbi.
Pelatih berusia 48 tahun itu pun membeberkan bahwa modifikasi taktik menjadi salah satu pemicu Ounahi mampu unjuk gigi kembali secara maksimal. Saat ini ia dipasang lebih dekat dengan area pertahanan lawan, sehingga mempunyai opsi operan yang melimpah dan lebih rajin menusuk ke dalam kotak penalti.
"Kami mengubah sistem permainan dan sekarang dia bermain lebih maju. Dia lebih sering berada di sepertiga akhir lapangan, memiliki lebih banyak opsi umpan, dan lebih sering berada di kotak penalti. Dia adalah pemain yang sangat berharga bagi kami," kata Ouahbi.
Kembali diminati klub-klub besar?
Penampilan memikat Ounahi di Piala Dunia 2026 kembali memicu rumor baru seputar masa depannya. Kondisi Girona yang turun kasta ditambah keberadaan klausul pelepasan yang terhitung menggiurkan membuat sejumlah klub Eropa dilaporkan mulai memantau situasi gelandang Maroko tersebut.
Bila empat tahun lalu Ounahi dipandang sebagai sebuah kejutan, sekarang situasinya sudah berbeda. Ia kini datang membawa pengalaman yang lebih kaya, terbukti sanggup bangkit dari periode sulit, dan kembali bersinar di pentas Piala Dunia.
Kendati begitu, fokus utama Ounahi saat ini tetap dicurahkan untuk perjuangan Maroko di Piala Dunia 2026. Singa Atlas sudah mengamankan tiket perempat final dan berpeluang bersua Prancis.
Jika ingin kembali mengulang sejarah manis seperti di Qatar 2022, Maroko dipastikan bakal membutuhkan performa puncak Ounahi guna melangkah lebih jauh.