JAKARTA- Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria, menyatakan bahwa capaian positif dari BUMN, terutama di lini perbankan, menjadi basis utama dalam memperkokoh struktur ekonomi nasional.
"Perbankan BUMN memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Dony dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Dony melanjutkan bahwa penyaluran kredit harus senantiasa difokuskan pada sektor-sektor produktif yang punya kemampuan membuka lapangan pekerjaan baru, mendongkrak daya saing, serta memberikan dampak konkret untuk masyarakat luas.
Menurut pandangannya, penyaluran modal pada industri manufaktur, hilirisasi komoditas alam, proyek infrastruktur, hingga penguatan skala UMKM wajib terus ditingkatkan demi menghadirkan dampak berganda (multiplier effect) yang lebih luas bagi perekonomian domestik.
Di waktu yang bersamaan, pembenahan tata kelola perusahaan (governance) serta mitigasi risiko tetap menjadi syarat fundamental agar proses transformasi bisa bergulir secara kontinu.
Sementara itu, CEO Danantara Indonesia yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengemukakan bahwa indikator kekuatan BUMN tidak cuma ditakar dari total kepemilikan aset ataupun perolehan profit, melainkan juga dari andilnya terhadap agenda pembangunan nasional.
Menurut Rosan, nilai kapitalisasi pasar kolektif dari jajaran bank bentukan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) saat ini menembus kisaran Rp1.100 triliun, atau merepresentasikan sekitar 10 persen dari total nilai korporasi di tanah air.
"Bank Himbara itu kurang lebih nilainya sekitar Rp1.100 triliun, yang mencerminkan 10 persen dari nilai seluruh capital market atau seluruh nilai perusahaan Indonesia,” kata dia.
Rosan menimpakan bahwa institusi perbankan juga tidak boleh semata-mata berfokus mengejar keuntungan finansial, melainkan eksistensinya wajib memberikan manfaat nyata bagi publik berupa penyediaan kesetaraan kesempatan bagi seluruh segmen, mulai dari UMKM, bisnis komersial, hingga skala korporasi.
Sebagai informasi, deretan BUMN strategis berhasil mencatatkan lonjakan profit yang signifikan selama kurun waktu April 2025 sampai April 2026.
Salah satunya adalah PT Pupuk Indonesia yang sukses mencatatkan pertumbuhan laba konsolidasi dari posisi Rp1,59 triliun meroket ke angka Rp4,82 triliun.
Pada kurun waktu yang sama, PT Pertamina (Persero) turut membukukan kenaikan angka laba konsolidasi dari semula Rp13,9 triliun melonjak ke posisi Rp24,97 triliun.
Tren pertumbuhan ini pun melanda berbagai bidang usaha lainnya, dari sektor keuangan, logistik, sampai dunia industri manufaktur.
Selanjutnya, PT Krakatau Steel sukses membalikkan keadaan dari posisi rugi Rp981 miliar menjadi raihan laba senilai Rp635 miliar.
Hasil positif tersebut selaras dengan keberhasilan emiten baja ini memangkas nilai liabilitas utang dari sekitar 1,7 miliar dolar AS turun ke posisi 1,1 billion dolar AS.
Di sisi lain, PT Danareksa mencatatkan rapor transformasi dari semula rugi Rp72 miliar berbalik mengantongi laba Rp43 miliar.
Pemberesan kinerja serupa juga ditunjukkan oleh PT Kimia Farma yang bangkit dari kerugian Rp160 miliar menjadi keuntungan Rp108 miliar, PT Len Industri yang berubah dari defisit Rp228 miliar menjadi surplus Rp314 miliar, serta PT Semen Indonesia yang mencatatkan perbaikan dari minus Rp66 miliar menjadi laba Rp106 miliar.