Genjot Kinerja, HERO Andalkan Ekspansi Guardian & Digitalisasi IKEA

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:20:32 WIB
Jurus HERO Hadapi Tantangan 2026: Waralaba Guardian & Online IKEA [FOTO: NET].

JAKARTA — Emiten yang menaungi jaringan ritel Guardian serta IKEA, PT DFI Retail Nusantara Tbk. (HERO) meramu sederet langkah taktis demi mengawal kesinambungan pertumbuhan bisnis di sepanjang tahun 2026. 

Pihak perseroan bakal mengakselerasi perluasan jaringan Guardian lewat skema lisensi serta waralaba, beriringan dengan pengokohan kanal digital milik IKEA di tengah impitan tantangan daya beli sekaligus ketidakpastian situasi ekonomi.

President Director DFI Retail Nusantara Hadrianus Wahyu Trikusumo mengutarakan bahwa pihak perusahaan belum dapat memaparkan proyeksi capaian kinerja keuangan secara mendetail untuk totalitas tahun 2026. 

Kendati demikian, perseroan menegaskan bahwa realisasi roda bisnis hingga periode kuartal I/2026 beserta rapor pencapaian Guardian dan IKEA pada paruh pertama tahun ini masih berada di dalam jalur yang selaras dengan target internal.

"Full year kami belum bisa memberikan prediksi. Namun sejauh ini hasil kuartal I dan pencapaian Guardian maupun IKEA hingga Mei masih baik dan on track sesuai target yang telah kami tetapkan," ujarnya dalam Public Expose yang dikutip, Selasa (30/6/2026).

Hadrianus menjabarkan bahwa untuk sektor Guardian, pihak perseroan tengah mematangkan langkah ekspansi lewat model waralaba. 

Akan tetapi, lantaran proses sertifikasi waralaba sejauh ini masih bergulir, pihak korporasi untuk sementara waktu menerapkan skema lisensi bisnis selaku langkah awal guna memperlebar jangkauan jaringan outlet.

Di samping memanfaatkan skema lisensi, HERO juga konsisten melanjutkan agenda peresmian gerai Guardian milik sendiri dengan membidik pusat-pusat perbelanjaan anyar di lokasi strategis yang selaras dengan parameter ketentuan perseroan.

Head of Finance Guardian Indonesia Melia Asmita memaparkan bahwasanya strategi pertumbuhan Guardian pada tahun ini menitikberatkan fokus pada aspek penguatan aksesibilitas serta kepercayaan para pelanggan. 

Pihaknya memiliki rencana untuk mengintensifkan peluncuran produk-produk kecantikan lokal hasil karya pelaku UMKM. Langkah dimaksud diaplikasikan demi memperkaya opsi pilihan produk sekaligus mendekatkan jenama-jenama lokal kepada pangsa konsumen.

"Kami berkomitmen untuk menghadirkan solusi kesehatan dan kecantikan yang semakin mudah dijangkau melalui ekosistem omnichannel yang kuat, produk-produk terpercaya, serta berbagai inisiatif yang mendukung gaya hidup sehat," jelasnya.

Di koridor lain, skema strategi yang diimplementasikan perseroan demi mengatrol pertumbuhan performa IKEA terpantau berbeda. Hadrianus lebih memilih opsi untuk mengoptimalkan kanal digital ketimbang meresmikan bangunan toko fisik baru. 

Ia menilai dimensi ukuran gerai IKEA yang tergolong raksasa memerlukan alokasi investasi serta ongkos operasional yang tinggi, sehingga pihak perusahaan lebih mendahulukan peningkatan produktivitas jajaran toko yang telah beroperasi.

"Store IKEA ukurannya besar sehingga biaya operasionalnya juga besar. Karena itu kami fokus meningkatkan performa toko yang ada, sedangkan ekspansi lebih diarahkan ke kanal online," ujarnya.

Untuk lini sektor bisnis IKEA, pihak korporasi telah merancang tiga pilar fokus utama pada paruh kedua tahun 2026. Pertama, meneruskan investasi pada sektor infrastruktur serta peningkatan pengalaman berbelanja pelanggan yang sejatinya telah diawali semenjak tahun lalu. 

Kedua, membidik ceruk segmen konsumen dengan nominal nilai transaksi yang tinggi. Di tengah tren pelemahan daya beli pada skala global, pihak perusahaan mencermati bahwasanya masih terbuka peluang dari kalangan pelanggan yang melangsungkan transaksi pembelian dalam nominal masif, kendati frekuensi belanja cenderung mengalami penurunan.

"Secara keseluruhan basket size memang mengalami penurunan. Namun masih ada pelanggan yang melakukan pembelian dengan nilai cukup tinggi dan itu akan menjadi target kami ke depan," katanya.

Ketiga, mempercepat perluasan roda bisnis IKEA for Business, ialah sebuah divisi khusus yang melayani pemenuhan kebutuhan kalangan pelanggan korporasi seperti hunian apartemen, pengembang kawasan perumahan, hingga area perkantoran. 

Menurut pandangannya, volume permintaan dari sektor business to business (B2B) memperlihatkan pertumbuhan yang solid dalam kurun dua tahun terakhir serta dianggap masih mengantongi prospek yang menjanjikan.

"IKEA for Business menjadi salah satu area yang pertumbuhannya cukup baik. Ke depan kami akan terus mengembangkan segmen ini karena peluangnya masih sangat besar," ujarnya.

Menilik pada rapor kinerja keuangan HERO pada periode kuartal I/2026, pihak perseroan mengantongi angka pendapatan mencapai Rp1,4 triliun atau tumbuh sebesar 16% bila disandingkan dengan rentang periode yang sama di tahun lalu yang bernilai Rp1,21 triliun. 

Sementara itu, per kuartal I/2026, HERO membukukan angka laba bersih senilai Rp87 milar, merangkak naik jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp27,1 miliar.

 Walau demikian, pihak HERO pun tidak menampik bahwasanya situasi ekonomi saat ini masih memberikan tekanan terhadap industri ritel, utamanya dipicu oleh lonjakan harga komoditas sejumlah bahan baku yang berimplikasi pada beban biaya operasional.

Terkini