Kapal VLCC Pertamina Pride Masih Tertahan di Selat Hormuz

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:02:32 WIB
Evaluasi Risiko, Pertamina Pride Bersiap Tinggalkan Teluk Arab [FOTO: NET].

JAKARTA — Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan menegaskan bahwa pihak perseroan konsisten melangsungkan monitoring intensif mengenai kondisi terkini kapal tanker very large crude carrier (VLCC) Pertamina Pride yang sejauh ini masih tertahan di kawasan Selat Hormuz.

Iriawan mengutarakan bahwa proses pemantauan terhadap armada milik PT Pertamina International Shipping (PIS) tersebut dilakukan secara real time serta mengedepankan aspek penuh kehati-hatian.

“Sementara untuk armada lain seperti VLCC Pertamina Pride di Teluk Arab, saat ini sedang dalam persiapan bergerak dengan terus mengevaluasi perkembangan risiko serta rekomendasi internasional,” ujar Iriawan saat ditemui di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Menilik publikasi data dari PT PIS, Kapal VLCC Pertamina Pride pada saat ini tengah menempuh fase persiapan untuk mulai berlayar dengan tetap melakukan kalkulasi berkala atas eskalasi keamanan, situasi arus lalu lintas laut, tingkat kepadatan jalur, serta potensi risiko lainnya seraya merujuk pada rekomendasi dunia internasional.

Iriawan mengimbuhkan, jajaran tim crisis center bentukan PT PIS pun senantiasa mengawal situasi secara total selama 24 jam penuh lewat jalinan koordinasi intensif bersama pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Iran.

“Semoga kapal VLCC Pertamina Pride juga bisa segera bisa lepas dan bisa datang ke Indonesia,” katanya.

Di sudut lain, Iriawan mengonfirmasikan bahwa Kapal Gamsunoro dipastikan telah sukses berlayar mengarungi Selat Hormuz pada Rabu (24/6) waktu setempat.

“Alhamdulillah, Gamsunoro sudah lepas dari Selat Hormuz. Sudah kami lihat, sudah keluar, dan telah mencapai titik aman,” ujar Iriawan.

Pihak PT PIS dalam laporan sebelumnya menguraikan, Kapal Gamsunoro yang menghabiskan estimasi waktu pelayaran selama 16 jam mulai bergerak meninggalkan kawasan Teluk Arab pada Rabu (24/6/2026), tepat pukul 01.06 waktu Dubai atau berkisar pukul 04.06 WIB. 

Kapal tanker tersebut melaju pada kecepatan 7,5 knot hingga akhirnya sampai di area mulut Selat Hormuz sekitar pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 16.00 WIB. 

Selanjutnya, dalam kurun waktu empat jam kemudian, kapal itu dideklarasikan sukses mengarungi selat dan telah berada di koordinat yang aman.

Capaian positif Gamsunoro dalam melintasi Selat Hormuz dinilai bertindak sebagai representasi dari keseriusan PIS guna mengamankan kontinuitas operasional pelayaran di tengah pusaran volatilitas geopolitik global, terutama pada salah satu koridor distribusi energi paling krusial di dunia, pungkas Iriawan.

Terkini