Polri Rilis Kartu Bhayangkara, Beri Layanan Kesehatan Buruh

Selasa, 23 Juni 2026 | 17:14:31 WIB
Buruh Dapat Layanan Kesehatan Khusus di RS Polri Seluruh RI [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menghadirkan pelayanan kesehatan khusus bagi para buruh di semua Rumah Sakit Polri melalui program Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh.

"Kami memberikan kartu untuk buruh dengan nama Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh untuk buruh bisa melaksanakan kegiatan pengecekan kesehatan di seluruh layanan Rumah Sakit Polri yang ada di Indonesia," kata Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri kegiatan puncak bakti kesehatan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tingkat III Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/06/2026).

Ia menyampaikan bahwa penyerahan kartu tersebut menjadi wujud komitmen Polri dalam menyediakan pelayanan kesehatan untuk masyarakat, terutama kaum buruh di seantero Indonesia.

Melihat adanya program ini, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan apresiasi dan mengimbau para buruh untuk mempergunakan program tersebut dengan optimal.

Ia memaparkan empat jenis penyakit yang menjadi pemicu kematian tertinggi di Indonesia, yakni strok, jantung, kanker, serta ginjal.

Menurutnya, berbagai penyakit tersebut bisa dicegah dengan melakukan pengecekan berkala terhadap tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol.

"Tekanan darah harus di bawah 120/80. Kalau lebih, jangan anggap enteng merasa sehat karena nanti kena strok, lalu meninggal. Jadi kalau lebih baik, datang ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit Polri, sekarang sudah bisa untuk dapat obat gratis," katanya.

Melalui upaya menjaga kondisi tubuh ini, ia berharap warga Indonesia senantiasa sehat dan mampu mencapai usia di atas rata-rata harapan hidup orang Indonesia saat ini yang berada di angka 74 tahun.

Pada hari Selasa ini, Kapolri mendatangi acara puncak bakti kesehatan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara Ke-80 yang diperingati pada 1 Juli nanti.

Rangkaian kegiatan bakti kesehatan ini sebetulnya sudah dilaksanakan sejak tanggal 1 Juni dan akan terus bergulir hingga 1 Juli 2026 di seluruh wilayah Indonesia. Agenda tersebut turut melibatkan sekitar 5.354 tenaga kesehatan.

Hingga waktu ini, jumlah total pelayanan kesehatan yang sudah disalurkan mencapai 664.975 layanan. Fasilitas tersebut mencakup peninjauan kesehatan gratis, pengobatan umum, cek gigi, pemeriksaan dan tindakan spesialis, operasi katarak, operasi bibir sumbing, operasi bedah minor, donor darah, cek laboratorium, khitanan massal, penyaluran vitamin dan paket imunitas, screening stunting, edukasi serta layanan KB atau KIA, penyerahan kacamata gratis, penanganan TBC, hingga fasilitas kesehatan serta pembagian alat bantu disabilitas.

Terkini