Gubernur BI: Ekonomi RI Wajib Makin Mandiri di Tengah Gejolak Global

Senin, 22 Juni 2026 | 22:43:32 WIB
BI Dorong Kemandirian Ekonomi Nasional Hadapi Ketidakpastian Global [FOTO: NET].

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menekankan bahwa ekonomi Indonesia perlu semakin mandiri dalam menghadapi tingginya ketidakpastian global yang dipicu oleh perang dagang serta konflik di Timur Tengah yang mengakibatkan penutupan Selat Hormuz.

“Dalam suatu ketidakpastian yang tinggi, kami harus semakin mandiri. Kami harus semakin mandiri. Apapun yang terjadi di global, we have to move on,” ujar Perry saat membuka acara Kick Off Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu di Jakarta, Senin.

Perry menekankan bahwa dinamika global berada di luar kendali Indonesia. Oleh karena itu, langkah yang harus ditempuh adalah memperkokoh fondasi ekonomi domestik agar terus tumbuh di tengah tantangan eksternal.

“Kalau globalnya bergejolak, ya, kami tidak bisa mengendalikan global. Yang bisa kami kendalikan adalah diri kami. Mari kami perkuat kekuatan kami,” jelas Perry.

Menurutnya, hal tersebut menjadi urgensi peluncuran Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu pada Senin (22/6/2026). Inisiatif ini diproyeksikan mampu meningkatkan daya tahan ekonomi nasional melalui pengembangan sektor UMKM.

Di sisi lain, Perry menyebut UMKM memiliki peran krusial bagi perekonomian nasional. Terdapat lebih dari 65 juta UMKM di Indonesia yang dominan berskala kecil dan berperan besar menyerap tenaga kerja.

Perry turut menyoroti kontribusi signifikan perempuan dalam pengembangan UMKM. Baginya, memajukan UMKM berarti memacu pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, menyejahterakan masyarakat, serta mendukung keberlanjutan masa depan.

“UMKM itu betul-betul pilar penting bagi pertumbuhan, kesejahteraan, kemudian dorongan untuk generasi yang akan datang,” kata dia.

Lebih lanjut, Perry menjelaskan bahwa Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu selaras dengan agenda pembangunan nasional dalam RPJMN serta bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ekonomi kerakyatan.

“Mari kami jadikan program ini sebagai bagian penting dari Asta Cita untuk ekonomi kerakyatan,” ujar dia.

Perry menegaskan, pengembangan UMKM memerlukan sinergi antara pemerintah, BI, dan pemangku kepentingan lainnya, bukan hanya satu lembaga.

Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu merupakan wujud nyata komitmen bersama untuk memperkuat UMKM sebagai fondasi ekonomi kerakyatan sekaligus motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, program ini mencerminkan kolaborasi BI, pemerintah, dan mitra strategis dalam meningkatkan kapasitas UMKM lewat pelatihan kewirausahaan terpadu.

Langkah ini diharapkan mampu memperluas penciptaan lapangan kerja sekaligus memperkokoh ekonomi kerakyatan.

“Program ini adalah bentuk nyata komitmen kami bersama. Komitmen kami bersama: bersatu kami teguh dan bersatu kami maju, dan semakin sukses,” tegas Perry.

Terkini