JAKARTA - Tingkat kepuasan publik terhadap layanan Posko Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jakarta Selatan Wilayah II menyentuh angka 93,5 persen berdasarkan survei yang dilakukan selama periode penerimaan siswa baru.
"1.294 dengan tingkat solusi selesainya, kepuasannya 93,5 persen," kata Kasubag Tata Usaha Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan Rosmiati saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Rosmiati menjelaskan bahwa pengukuran tingkat kepuasan dilakukan lewat pemindaian kode batang (barcode) survei yang diberikan kepada masyarakat setelah mereka menerima layanan.
Menurutnya, tingginya angka tersebut mencerminkan bahwa mayoritas orang tua dan calon murid merasa terbantu oleh petugas, mulai dari tahap pendaftaran hingga lapor diri.
Posko ini juga memberikan pendampingan langsung bagi masyarakat yang kesulitan mendaftar secara daring, seperti membantu registrasi serta memberikan penjelasan mengenai tahapan SPMB.
Selain layanan tatap muka, masyarakat dapat memperoleh informasi melalui WhatsApp, telepon, Instagram, serta siaran langsung TikTok yang melibatkan narasumber di bidang pendidikan dan administrasi kependudukan.
Pengelola posko SPMB Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan memastikan setiap aduan—baik mengenai kendala teknis, administrasi kependudukan, maupun regulasi penerimaan murid—ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
Posko SPMB Jakarta Selatan yang berada di SMAN 70 Jakarta tercatat telah menangani 1.294 aduan selama pelaksanaan SPMB 2026. Selain aduan langsung, posko tersebut juga melayani konsultasi daring.
Dalam satu hari, layanan WhatsApp bisa menerima 400 hingga 500 pesan, sementara layanan telepon menerima kurang dari 100 panggilan. Adapun jumlah pengunjung yang mendatangi posko secara langsung mencapai 100 hingga 150 orang setiap harinya selama masa pendaftaran berlangsung.