Simak Waktu Terbaik Mengonsumsi Vitamin agar Penyerapan Maksimal

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:24:02 WIB
Tips Konsumsi Vitamin [FOTO : NET].

JAKARTA - Mengonsumsi suplemen vitamin telah menjadi bagian dari pola hidup keseharian banyak orang. Beragam jenis suplemen populer, mulai dari vitamin C, vitamin D, magnesium, hingga omega-3, kini lazim dikonsumsi. 

Guna memperoleh manfaat secara maksimal, selain kedisiplinan rutin, cara pengonsumsiannya—termasuk jadwal waktu minum serta kombinasi dengan asupan makanan tertentu—turut menentukan seberapa efisien tubuh menyerap nutrisi tersebut.

Disadur dari Harper's Bazaar, dokter naturopati kesehatan perempuan integratif Saru Bala menyebutkan bahwa waktu pengonsumsian suplemen memiliki peran yang krusial.

"Namun hal itu bergantung pada jenis bahan yang dikonsumsi, bagaimana proses penyerapannya, apakah memengaruhi energi atau tidur, dan apakah perlu dikonsumsi bersama makanan untuk mencegah gangguan pencernaan atau meningkatkan penyerapan," tutur dr. Bala.

Kendati demikian, menurutnya, faktor terpenting tetaplah konsistensi.

Bagi banyak orang, meminum sederet vitamin secara bersamaan mungkin dirasa lebih praktis. Namun, para ahli menuturkan ada jenis nutrisi tertentu yang bekerja lebih optimal jika diminum pada waktu berbeda, contohnya zat besi. 

Menurut dokter spesialis kandungan sekaligus salah satu pendiri Perelel, Banafsheh Bayati, zat besi paling ideal dikonsumsi saat kondisi perut kosong atau segera setelah bangun tidur. 

Zat besi disarankan untuk dikombinasikan dengan vitamin C agar proses penyerapannya lebih optimal; segelas jus jeruk dapat menjadi alternatif pendamping alami.

Meski jus jeruk diperbolehkan, konsumsi kopi dan teh sebaiknya ditunda karena kafein dapat mengganggu penyerapan zat besi. Selain zat besi, probiotik pun disarankan untuk diminum sebelum sarapan demi mendukung kesehatan lapisan usus.

Berbeda halnya dengan vitamin C yang larut air, vitamin A, D, E, dan K termasuk dalam golongan yang larut lemak. 

Nutrisi tersebut lebih mudah diserap tubuh jika dikonsumsi berbarengan dengan makanan yang mengandung lemak sehat, seperti kacang-kacangan atau alpukat. 

Sementara itu, zinc yang berfungsi menjaga sistem imun sebaiknya diminum saat siang hari bersama makanan ringan guna menghindari efek mual pada perut kosong.

Dr. Bala juga merekomendasikan konsumsi L-theanine setelah meminum kopi atau teh di pagi hari. "L-theanine adalah asam amino alami yang ditemukan dalam teh hijau. Senyawa ini membantu menciptakan kondisi tenang namun tetap fokus tanpa menyebabkan rasa kantuk," jelasnya.

Menjelang malam hari, sejumlah suplemen lebih cocok dikonsumsi saat makan malam. Omega-3 dan multivitamin, misalnya, disarankan diminum bersama makanan berlemak sehat seperti ikan atau minyak zaitun. Magnesium pun termasuk suplemen populer yang waktu konsumsinya bergantung pada jenisnya.

"Magnesium glisinat dapat ditoleransi dengan baik kapan saja sepanjang hari, sedangkan magnesium sitrat atau magnesium oksida dalam dosis lebih tinggi pada malam hari dapat membantu menjaga keteraturan buang air besar," ungkap dr. Bala.

Selain waktu, kombinasi antar-suplemen juga perlu diperhatikan. Menurut dr. Bayati, mineral seperti zat besi, zinc, magnesium, dan kalsium dapat saling bersaing dalam penyerapan jika diminum bersamaan dalam dosis tinggi.

"Ini bukan berarti semuanya tidak boleh dikombinasikan sama sekali, tetapi suplemen mineral yang ditargetkan untuk kebutuhan tertentu mungkin perlu diberi jeda waktu konsumsi," ujar dr. Bayati kepada Harper's Bazaar.

Sebaliknya, ada pula kombinasi yang saling mendukung, seperti vitamin C dengan zat besi yang terbukti efektif meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh.

Terkini