BGN Evaluasi Insentif Dapur Makan Bergizi Gratis, Tak Lagi Flat

Selasa, 16 Juni 2026 | 20:49:01 WIB
Badan Gizi Nasional (BGN).

JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengevaluasi kebijakan pemberian insentif bagi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Selama ini, insentif dipukul rata sebesar Rp6 juta per hari bagi setiap dapur, terlepas dari berapapun jumlah penerima manfaatnya. 

Ke depannya, skema ini akan diubah agar lebih efisien dan berbasis pada jumlah penerima manfaat yang terverifikasi.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk memperbaiki tata kelola anggaran. 

"Setelah data penerima manfaat fix, kami harapkan nanti insentifnya tidak flat Rp6 juta semua," ujarnya di Gedung DPR, Senin (15/6/2026). 

Ia menambahkan bahwa BGN bahkan tidak menutup kemungkinan untuk menggabungkan dapur SPPG yang memiliki jumlah penerima manfaat kurang optimal.

Model insentif baru tidak akan sekadar didasarkan pada jumlah porsi yang dihasilkan (output), tetapi menggunakan indikator komposit yang mempertimbangkan kualitas makanan, standar keamanan pangan, serta ketahanan pangan yang terjaga.

Selain penyesuaian insentif, BGN juga mulai memperketat seleksi penerima manfaat program MBG. 

Program ini tidak akan lagi menyasar seluruh siswa, melainkan difokuskan pada mereka yang membutuhkan pemenuhan gizi. 

Sebagai contoh, siswa di sekolah-sekolah high class atau sekolah favorit yang secara ekonomi dinilai mampu tidak akan lagi menjadi prioritas. 

Langkah seleksi ini diperkirakan dapat mengurangi jumlah penerima manfaat hingga sekitar 8 juta jiwa.

Terkini