RI dan Jerman Sepakat Tingkatkan Volume Perdagangan dan Investasi

Senin, 15 Juni 2026 | 23:08:31 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier [FOTO : NET].

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto bersama Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier mengulas peningkatan kemitraan kedua negara pada berbagai sektor dan menyetujui langkah mendongkrak volume perdagangan sekaligus investasi.

“Pada pertemuan hari ini, kita membahas penguatan kemitraan Indonesia-Jerman, khususnya di bidang ekonomi, investasi, transisi energi, ketahanan energi, pendidikan, dan ketenagakerjaan.

 Kami sepakat untuk terus meningkatkan volume perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan," kata Presiden Prabowo Subianto dalam keterangan kepada wartawan seusai pertemuan empat mata di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin.

Berkenaan dengan peningkatan kolaborasi tersebut, Presiden juga menggarisbawahi krusialnya jalinan hubungan antara Indonesia dengan Eropa, disertai harapan agar kesepakatan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) bisa meraih konklusi yang substantif.

"Kami berharap Jerman akan terus memainkan peran aktif dalam proses finalisasi perjanjian internal di Eropa, sehingga dapat segera memberi manfaat konkret bagi dunia usaha di kedua negara," kata Prabowo.

Tidak sebatas itu, Presiden Prabowo pun mengajak Presiden Steinmeier guna melebarkan ekspansi investasi pada bermacam sektor krusial di Indonesia. 

Contohnya di bidang peralihan energi, hilirisasi industri, serta transportasi di tengah langkah penguatan pemakaian kendaraan berbasis listrik.

Indonesia pun mengundang para pemodal dari Jerman untuk menyokong kemajuan industri semikonduktor, masuk ke dalam lini sektor rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang, hingga sektor infrastruktur.

Ikut dibahas pula perluasan kemitraan di sektor ketenagakerjaan yang dapat memperluas kans bagi tenaga kerja Indonesia, tidak saja di ranah keperawatan melainkan juga sektor teknologi.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Jerman Steinmeier menyatakan bahwa pihak Jerman merasa memikul tanggung jawab untuk segera melakukan ratifikasi IEU-CEPA, menimbang besarnya potensi bagi perekonomian kedua negara.

"Dengan itu dimungkinkan investasi baru dan juga memberi peluang bagi perusahaan kecil dan menengah dari Jerman untuk mereka dibuka jalan untuk mengadakan investasi di Indonesia dan juga pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan kerjasama yang lebih erat antara perusahaan Jerman dan Indonesia di bidang inovasi," kata Presiden Steinmeier.

Secara spesifik ia menyoroti bahwa beberapa korporasi asal Jerman telah eksis di pasar domestik Indonesia, dan realitas tersebut membuktikan bahwa pasar Indonesia tidak cuma mempunyai daya pikat tetapi juga layak menjadi titik lokasi investasi.

Mengakhiri pernyataannya, ia menghaturkan rasa terima kasih atas kans bertukar pandangan pada hari ini bersama Presiden Prabowo dan dapat meneruskannya di sepanjang sisa masa kunjungan kerjanya di Indonesia.

Terkini