Prabowo: Kunjungan Presiden Jerman Penting di Tengah Dinamika Global

Senin, 15 Juni 2026 | 22:49:02 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto menyebut kunjungan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier [FOTO : NET].

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa kedatangan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier memegang peranan sebagai momentum krusial bagi kedua negara di tengah pergerakan dinamika global saat ini.

Lewat pernyataan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, Presiden Prabowo mengutarakan bahwa kunjungan tersebut mengandung makna yang sangat esensial bagi Indonesia lantaran memperlihatkan eratnya jalinan hubungan di antara kedua negara.

"Kunjungan ini juga merupakan momentum penting di tengah dinamika global yang semakin penuh dengan ketidakpastian. Penguatan dan keberlanjutan kemitraan Indonesia dan Jerman tentunya menjadi prioritas," kata Prabowo.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo turut menuturkan bahwa lawatan ini menandai rangkaian menyongsong peringatan 75 tahun hubungan bilateral kedua negara yang bakal dirayakan pada tahun 2027 mendatang.

Guna menandai hal dimaksud, kedua pemimpin negara juga mengulas perihal peningkatan kolaborasi di sektor ekonomi, investasi, transisi energi, ketahanan energi, pendidikan, serta ketenagakerjaan.

Sementara itu, Presiden Steinmeier mengutarakan bahwa kunjungannya ke Indonesia tergolong sangat krusial di saat komunitas global sedang dihadapkan pada situasi yang diwarnai oleh mencuatnya sejumlah konflik di beberapa wilayah.

"Dalam situasi kemitraan seperti antara Jerman dengan Indonesia sangat berarti. Ini merupakan kemitraan antara kedua negara yang saling berkomitmen untuk dasar aturan hukum yang tetap dan itu menjadi ikatan antara kedua negara," katanya.

Ia pun menyinggung kembali poin-poin Deklarasi Jakarta 2012 tatkala kedua negara yang kala itu diwakili oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Kanselir Jerman Angela Merkel pada Juli 2012 menyepakati beragam bentuk kerja sama di bidang pertahanan, ekonomi, kesehatan, serta riset dan teknologi.

"Saya yakin kita harus lebih memperdalam kemitraan ini dan juga di bidang iklim, pendidikan, penelitian dan budaya," kata Steinmeier.

Terkini