JAKARTA - Mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo turut memeriahkan pergelaran BTN Jakarta International Marathon 2026 yang berlangsung di area Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat pada Minggu (14/6/2026). Ia memilih turun pada kategori Half Marathon (HM) yang menempuh jarak sejauh 21,1 kilometer dengan mengenakan nomor dada peserta 22131.
Walau baru saja melintasi garis finis dengan raut muka yang memperlihatkan keletihan, Ganjar tetap bersedia menyambut antusiasme dari sesama peserta lomba lari yang mengantre untuk berfoto bersama dirinya.
Pasca-finis, Ganjar memaparkan bahwa keikutsertaannya dalam pergelaran BTN JAKIM 2026 ini merupakan jembatan persiapan dirinya untuk menyongsong kompetisi lari yang berskala lebih masif, yaitu Sydney Marathon.
“Sebetulnya kami lagi persiapan Sydney Marathon, jadi bulan ini agak penuh,” kata Ganjar, Minggu.
Ia menguraikan bahwa kalender latihannya belakangan ini tergolong sangat padat lantaran dirinya mesti melakoni rentetan kompetisi lari secara simultan guna membangun kesiapan kondisi fisik.
“Mulai dari JAKIM, minggu depan Jogja Marathon, minggu depannya lagi Soekarno Run Solo. Jadi kami persiapan ke sana,” ujar dia.
Di mata Ganjar, BTN JAKIM 2026 menyuguhkan impresi berlari yang sangat memikat. Ia memberikan penilaian bahwa lintasan perlombaan pada periode ini terbilang cukup menantang namun tetap memberikan atmosfer yang menyenangkan, khususnya saat mendekati titik akhir perlombaan. “Track-nya keren, track-nya keren,” ujar Ganjar sambil mengumbar senyuman.
Namun demikian, menurut pandangannya, rintangan yang paling berat justru baru dirasakan ketika memasuki kilometer-kilometer menjelang finis sewaktu kondisi stamina tubuh mulai merosot, sedangkan para pelari masih dituntut untuk melewati jalur menanjak yang landai menuju garis akhir. “Pada saat kami sudah mau finish, iman kami diuji, nyali kami diuji, mental kami diuji dengan nanjak dikit,” kata dia.
Ganjar memiliki pandangan bahwa keberhasilan menuntaskan kategori half marathon tidak semata-mata mengandalkan faktor ketahanan fisik, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh keteguhan mental.
Menurutnya, kualitas dari porsi latihan yang dijalani bakal menjadi faktor penentu utama atas performa seorang atlet lari ketika berkompetisi di lapangan.
Sewaktu dilontarkan pertanyaan perihal apakah ada hambatan tertentu sepanjang melintasi jarak 21,1 kilometer tersebut, Ganjar memberikan penegasan bahwa konsistensi serta bekal persiapan latihan merupakan kunci utama. “Tentu. Yang latihannya bagus, dia akan bagus,” ujarnya singkat.
Di samping membagikan impresinya selama mengikuti lomba lari, Ganjar pun menyelipkan pesan khusus yang ditujukan kepada para pelari usia lanjut (lansia) agar bisa tetap aktif menekuni olahraga lari ini.
Menurut pandangannya, faktor usia tidak boleh dijadikan sebagai batu sandungan untuk tetap berolahraga secara aktif, dengan catatan mesti diimbangi dengan perencanaan latihan yang matang serta selalu mengukur batasan kondisi fisik masing-masing. “Yang mau ikut lari, jangan lupa latihan,” kata Ganjar.
Ia memberikan penekanan mengenai krusialnya porsi strength training atau latihan beban penguatan otot guna meminimalkan risiko cedera, khususnya untuk para pelari yang sudah menginjak usia senja. “Strength training, asupan gizinya kamu atur. Kalau perlu pakai coach,” tutur Ganjar.
Melalui kematangan persiapan yang baik, Ganjar menambahkan bahwa olahraga lari dapat menjelma menjadi aktivitas fisik yang aman sekaligus memberikan rasa senang bagi pelakunya.
Tatkala disinggung mengenai perolehan catatan waktu pribadinya di ajang BTN JAKIM 2026, Ganjar mengonfirmasi bahwa capaiannya kali ini belum sepenuhnya membuat dirinya puas. Ia memperkirakan torehan waktu finisnya berada pada rentang waktu 2 jam 4 menit. “Kayaknya masih 2.04 sekian,” katanya.
Hasil torehan tersebut diakui sedikit berada di bawah dari target pribadi yang ia canangkan. Ganjar membeberkan bahwa dalam sesi lari sebelumnya, ia sempat mengemas catatan waktu pencapaian yang jauh lebih impresif daripada hasil hari ini.