Perkuat Infrastruktur, Indosat Modernisasi Jaringan dengan 5G AI-RAN

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45:01 WIB
President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha. (Sumber : NET)

JAKARTA — PT Indosat Tbk. (ISAT) melakukan kolaborasi strategis dengan Nokia untuk melakukan pembaruan jaringan seluler di seluruh wilayah Indonesia melalui penerapan 5G Radio Access Network (RAN) yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI).

Dalam kesepakatan tersebut, Nokia akan menggelar jajaran perangkat radio generasi terbaru, seperti Habrok dan Pandion, baseband Levante, sistem Centralized RAN, serta platform otomatisasi dan manajemen jaringan tingkat lanjut. 

Rangkaian teknologi ini dirancang untuk mendukung operasional yang lebih cerdas, meningkatkan efisiensi energi, dan mempercepat terciptanya inovasi layanan baru.

Terkait peta jalan implementasi, teknologi 5G pita frekuensi rendah akan disebarkan di seluruh spektrum jaringan. Sementara itu, layanan 5G pita frekuensi menengah ditargetkan dapat menjangkau sekitar 80% populasi jaringan perusahaan dalam kurun waktu 3,5 tahun mendatang. 

Berkat dukungan otomatisasi AI dan fitur hemat energi, inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat transformasi digital yang bertanggung jawab.

Proyek 5G ini sekaligus menjadi landasan konektivitas AI Grid nasional guna membuka jalan bagi integrasi kemampuan AI yang lebih dalam pada infrastruktur telekomunikasi.

President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengungkapkan bahwa perusahaan terus berkembang untuk melayani pelanggan dengan memahami kebutuhan mereka secara lebih mendalam dan menghadirkan pengalaman yang benar-benar berarti. 

“Bersama Nokia dan NVIDIA, kami membangun fondasi jaringan terintegrasi AI yang akan meningkatkan kualitas konektivitas serta menghadirkan pengalaman digital yang lebih lancar bagi setiap pelanggan,” ujar Vikram di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Sebagai catatan, jumlah BTS 5G Indosat per akhir Maret atau kuartal I/2026 telah melonjak tajam menjadi 9.972 unit, dibandingkan dengan kuartal I/2025 yang tercatat hanya 107 unit. Indosat terlihat sangat agresif dalam menambah BTS 5G selama setahun terakhir.

Sementara itu, President dan CEO Nokia, Justin Hotard, menyatakan bahwa fase selanjutnya dari evolusi jaringan akan bergantung pada kemampuan operator dalam mengombinasikan konektivitas, kecerdasan, dan skala operasi. 

Bersama Indosat dan NVIDIA, Nokia turut membangun evolusi jaringan berikutnya, yakni jaringan yang mampu memperluas cakupan 5G, mendukung lebih banyak layanan berbasis AI, serta menciptakan nilai jangka panjang. 

“Kemitraan ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas di industri telekomunikasi yang sejalan dengan langkah para operator dalam berinvestasi terhadap jaringan yang mampu memberikan performa tinggi dalam skala besar sekaligus mendukung efisiensi yang lebih baik,” kata Justin.

Senada dengan hal tersebut, SVP Telecoms NVIDIA, Ronnie Vasishta, menilai kolaborasi ini sebagai etalase transformasi masa depan. Indosat dan Nokia memperlihatkan bagaimana jaringan 5G dapat berkembang menjadi platform kecerdasan. 

“Dengan mengembangkan AI-RAN secara bersama dan melangkah menuju uji coba lapangan di Indonesia, kami membantu membangun arsitektur di mana AI dan konektivitas dapat berjalan berdampingan untuk meningkatkan efisiensi, dan menghadirkan aplikasi baru,” tutur Ronnie.

Terkini