Dorong Peluang Kerja, RI Incar Sektor Industri Kapal Pesiar Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 23:59:32 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno. (Sumber : NET)

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri RI berupaya meningkatkan penempatan tenaga kerja ahli asal Indonesia ke berbagai sektor strategis, salah satunya industri kapal pesiar skala internasional.

"Industri kapal pesiar merupakan sektor global yang terus berkembang dan membutuhkan tenaga kerja berkualitas di berbagai bidang," tutur Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno dalam kegiatan Ambassadors’ Dialogue: Unlocking Indonesia’s Potential in the Global Cruise Industry Workforce pada Selasa (9/6/2026).

Merujuk pada pernyataan resmi Kemlu, Rabu (10/6/2026), sektor yang memerlukan tenaga kerja tersebut meliputi perhotelan, tata boga, bidang teknik, hingga manajemen operasional.

Menurut Havas, Indonesia telah membuktikan diri mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten, mudah beradaptasi, serta memiliki daya saing tinggi untuk mengisi kebutuhan pasar kerja di luar negeri.

"Indonesia siap dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja global dan memiliki visi untuk berkembang sebagai global talent hub," ungkap Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani.

Dalam pandangannya, Indonesia memiliki keunggulan sumber daya manusia yang mumpuni, didukung oleh lebih dari 108.000 lulusan SMK perhotelan, sekitar 21.000 siswa sekolah vokasi maritim, serta lebih dari 5.600 lulusan SMK pelayaran niaga yang siap bersaing di industri kapal pesiar internasional.

Diskusi yang diprakarsai Kemlu ini mempertemukan perwakilan kedutaan negara mitra dari Uni Eropa, pengusaha industri kapal pesiar, institusi pendidikan dan sertifikasi, serta sejumlah instansi pemerintah terkait.

Seluruh pihak berdiskusi untuk merumuskan langkah nyata dalam meningkatkan daya saing pekerja Indonesia sekaligus memetakan peluang serta tantangan dalam industri kapal pesiar dunia.

Dalam pertemuan itu, peserta menegaskan krusialnya penguasaan bahasa Inggris, peningkatan standar pendidikan vokasi agar sesuai kebutuhan industri, serta pembenahan hambatan mobilitas pekerja.

Selain itu, mereka menekankan pentingnya tata kelola dan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia guna menjamin keamanan, legalitas, serta keberlanjutan proses penempatan kerja.

Sementara itu, para duta besar dan delegasi negara sahabat menyambut positif inisiatif dialog tersebut.

Secara garis besar, mereka menyatakan dukungan dan kesediaan untuk bekerja sama, khususnya dalam peningkatan kemampuan bahasa, penyelarasan keterampilan dengan standar internasional, serta mempererat kemitraan antara lembaga pendidikan dan industri di Indonesia dengan pihak terkait di Eropa.

Terkini