Permudah Job Fair, Kemnaker Perbarui Fitur Layanan di SIAPkerja

Rabu, 10 Juni 2026 | 23:53:01 WIB
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Estiarty Haryani. (Sumber : NET)

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melakukan upaya penguatan pengajuan penyelenggaraan bursa kerja (job fair) dengan memperbarui fitur layanan pada platform SIAPkerja.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Estiarty Haryani, menuturkan pembaruan ini dihadirkan guna menyederhanakan alur pengajuan hingga terbitnya persetujuan dalam satu sistem digital terpadu.

“Pengembangan ini membuat proses pengajuan job fair menjadi lebih terintegrasi, cepat, dan transparan,” ujar Estiarty dalam keterangannya yang diterima, Rabu (10/6/2026).

Ia menyebutkan, lewat laman jobfair.kemnaker.go.id, seluruh tahapan mulai dari pengajuan, verifikasi dokumen, hingga terbitnya surat rekomendasi atau persetujuan kini bisa dilakukan secara digital.

“Sistem ini dirancang agar proses berjalan lebih cepat, praktis, serta dapat dipantau secara real time,” katanya.

Selanjutnya, Estiarty menuturkan digitalisasi merupakan bagian dari langkah menghadirkan layanan ketenagakerjaan yang lebih modern, transparan, dan efisien.

Ia menambahkan, layanan tersebut dapat diakses oleh instansi pemerintah maupun penyelenggara swasta.

Kemnaker juga mengimbau supaya setiap penyelenggara mengajukan permohonan melalui dinas yang membidangi ketenagakerjaan di kabupaten/kota lewat platform SIAPkerja pada fitur job fair.

Selain itu, penyelenggara diharapkan mampu mengoptimalkan penggunaan fitur SIAPkerja dalam pelaksanaan job fair, baik secara daring maupun hibrida.

Ia menegaskan, penguatan layanan digital ini diharapkan dapat melancarkan penyelenggaraan job fair sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesempatan kerja di berbagai daerah.

"Mari manfaatkan layanan job fair untuk mendukung penyelenggaraan bursa kerja yang lebih efektif, transparan, dan modern,” kata Estiarty.

Terkini