Satgas PRR: Pemulihan Pascabencana di Aceh Terus Menunjukkan Kemajuan

Rabu, 10 Juni 2026 | 22:49:01 WIB
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian [SUMBER : NET]

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengutarakan bahwa tahapan pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh memperlihatkan progres yang kian membaik.

Tito menerangkan, merujuk pada hasil penilaian pemerintah, kondisi di berbagai daerah terdampak saat ini telah jauh lebih baik dibandingkan saat bencana terjadi. 

Berbagai pelayanan dasar yang sempat terhambat kini sudah berfungsi kembali sehingga kegiatan masyarakat berangsur normal.

"Tadi kami melakukan evaluasi, apa yang sudah dicapai selama masa tanggap darurat, transisi. Intinya kami sudah kembali ke normal. Tapi belum permanen, normalnya normal fungsional," kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Penanganan serta Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi di Provinsi Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (9/6/2026).

Tito menyebutkan pemulihan itu tampak dari beragam indikator, mulai dari sektor pemerintahan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, ekonomi, hingga layanan dasar bagi masyarakat.

Pada sektor pemerintahan, mayoritas sarana pemerintahan telah aktif kembali sehingga layanan publik dapat terlaksana dengan semestinya. Sementara itu, sarana kesehatan di lokasi terdampak juga sudah kembali melayani kebutuhan warga.

Di bidang pendidikan, proses belajar-mengajar di sebagian besar sekolah terdampak telah berjalan kembali. Walau begitu, Tito mengakui masih ada beberapa sekolah yang membutuhkan tindak lanjut akibat kerusakan bangunan atau kondisi area yang masih dianggap rawan. 

Pemerintah senantiasa berupaya menggenjot rehabilitasi sarana pendidikan agar kegiatan pembelajaran berlangsung optimal.

"Namun sekali lagi, ada yang belum ideal, misalnya sekolah ya. Ada yang masih di tenda beberapa, ada yang masih darurat, tempat darurat. Ada yang numpang di sekolah lain, meskipun sebagian besar sudah kembali ke sekolah asal," ujarnya.

Peningkatan pemulihan juga tampak pada sektor infrastruktur. Sebagian besar akses jalan serta jembatan sudah dapat difungsikan kembali sehingga mobilitas warga dan distribusi logistik berjalan normal.

Meskipun begitu, pemerintah masih terus mengupayakan perbaikan pada sejumlah ruas jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan cukup parah akibat bencana.

Di sektor ekonomi, kegiatan perdagangan di pasar, kedai, warung, dan usaha masyarakat lainnya pun menunjukkan tren pemulihan yang menggembirakan. 

Berbagai pasar yang sempat terdampak telah kembali aktif sehingga roda perekonomian dapat berputar kembali.

Selain itu, layanan dasar seperti suplai listrik, bahan bakar, dan telekomunikasi juga telah kembali berjalan. Tito menilai capaian ini menjadi tolok ukur penting bahwa kehidupan masyarakat di area terdampak semakin membaik dan kembali normal.

"Artinya pergerakan orang, barang, berjalan baik, listrik juga oke, SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) berjalan operasional, internet juga jalan. Kemudian logistik juga enggak kekurangan," terangnya.

Walau demikian, Mendagri menekankan bahwa pemerintah tidak akan berhenti pada hasil yang telah diraih saat ini. Berbagai agenda lanjutan, terutama yang berkaitan dengan rehabilitasi infrastruktur, penanganan daerah rawan banjir dan sungai, serta pembangunan hunian bagi warga terdampak akan terus dipercepat. 

Upaya ini dilakukan melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah (Pemda), dan seluruh pihak terkait.

"Terlepas dari, kami sudah bisa mengembalikan kepada fungsi yang normal, kehidupan masyarakat ya, tapi kan masih banyak persoalan yang belum diselesaikan. Masalah perumahan, masalah pendidikan, masalah rumah, madrasah, jalan, jembatan, sawah, kemudian tambak, dan lain-lain. Yang perlu kami perbaiki, direhab, rekonstruksi, bila perlu lebih baik lagi," tuturnya.

Terkini