Menteri LH Genjot Penanaman Mangrove di Bali

Rabu, 10 Juni 2026 | 21:41:01 WIB
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat. (Sumber : NET)

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat mengungkapkan rencana untuk lebih sering melakukan penanaman pohon mangrove sebagai jawaban atas tantangan di bidang lingkungan.

“Kami akan intensif melakukan penanaman mangrove ini di berbagai wilayah, sekarang di Bali,” ucapnya di Denpasar, Rabu.

Saat ini, ungkap Menteri LH, persoalan lingkungan sudah jauh berbeda dibandingkan kondisi 20 hingga 50 tahun yang lalu, di mana dampak kerusakan lingkungan kini bisa dirasakan secara langsung.

Bencana kini muncul di berbagai tempat akibat aktivitas manusia, sehingga penanaman mangrove dipilih sebagai langkah solutif untuk memulihkan kondisi alam.

“Ketidaksopanan kami kepada lingkungan itu sudah mulai menuai hasil, kami di Sumatera tiba-tiba ada banjir bandang dan itu 80 persen bencana hidrometeorologi, bencana karena kami memperlakukan alam,” ujarnya.

Dalam langkah pengintensifan penanaman mangrove ini, Menteri Jumhur menjadikan Bali sebagai pusat perhatian, seperti hari ini ia terjun langsung bersama 1.000 personel TNI/Polri serta aktivis lingkungan untuk menanam 3.000 bibit di Mangrove Arboretum Park.

“Tanggal 28 Juli saya datang lagi ke sini bersama teman-teman dari serikat pekerja dan lain-lain untuk menanam mangrove, dan kami akan pusatkan dalam rangka Hari Mangrove Internasional itu di Bali. Saya akan datang lagi dengan suasana yang lebih besar lagi, mungkin kami ajak beberapa menteri untuk sama-sama menggelorakan kembali lingkungan dan mangrove,” kata Jumhur.

Menteri LH menetapkan pilihan pada Bali karena menilai keberhasilan wilayah tersebut dalam mengelola sektor lingkungan, bahkan kini tidak ada lagi sampah di perkotaan yang tidak terkelola.

Untuk Provinsi Bali, menurutnya, kini hanya perlu memastikan distribusi hasil olahan sampah, baik berupa pupuk maupun bahan bakar, sementara untuk urusan penanaman mangrove sudah berada pada jalur yang benar.

Melalui upaya menunjukkan kepedulian terhadap alam, Menteri LH optimistis bahwa pariwisata Bali bakal semakin berkembang, mengingat masyarakat global saat ini sangat menaruh simpati pada kawasan yang menghargai lingkungan.

Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan kepada Menteri Jumhur bahwa kegiatan penanaman mangrove memang menjadi program prioritas Pemerintah Provinsi Bali guna menghadapi perubahan iklim, sekaligus upaya memenuhi standar tutupan kawasan hutan yang diatur oleh kementerian.

“Yang kami harapkan agar alam ini semakin lestari dan membuat kehidupan kami menjadi lebih sehat. Oleh karena itu, kami secara periodik melaksanakan setiap bulan sekali penanaman pohon, termasuk mangrove di seluruh wilayah Bali dalam rangka memenuhi minimum 30 persen luasan kawasan hutan itu,” tuturnya.

Pada area penanaman kali ini, Gubernur Koster menyampaikan laporan bahwa dulunya terjadi kerusakan seluas 18 hektare, namun sejak tahun 2020 terus dilakukan penanganan hingga saat ini hanya tersisa 2 hektare lahan yang belum tertanami.

Selain bertujuan menjaga kelestarian alam, menurut gubernur, serangkaian aksi ini juga dilakukan demi kepentingan pariwisata yang berkualitas serta berkesinambungan.

Terkini