10 Rekomendasi Makanan di Magelang Legendaris dan Populer

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:39:03 WIB
rekomendasi makanan di magelang

10 Rekomendasi Makanan di Magelang Legendaris dan Populer

Rekomendasi makanan di Magelang kali ini mengajak para pecinta kuliner untuk menjelajahi kekayaan rasa kota yang sering identik dengan Candi Borobudur. 

Di tengah udara sejuk pegunungan yang mengelilingi kota, Magelang menyuguhkan pengalaman kuliner yang lengkap, mulai dari hidangan legendaris turun-temurun hingga sajian modern di kafe-kafe tersembunyi dengan konsep estetis. 

Kota ini bukan sekadar destinasi wisata budaya, tetapi juga surga bagi siapa pun yang mencari cita rasa autentik, sejarah kuliner, dan kehangatan dalam setiap hidangan.

Panduan ini dibuat sebagai ulasan menyeluruh mengenai rekomendasi makanan di Magelang, cocok untuk food hunter yang ingin mengeksplorasi pengalaman makan terbaik. 

Artikel ini tidak hanya menampilkan daftar tempat makan, tetapi juga kisah di balik setiap piring yang tersaji. 

Mulai dari hidangan utama yang legendaris, jajanan khas penuh makna, hingga spot nongkrong dengan pemandangan memukau, setiap rekomendasi makanan di Magelang yang dibahas di sini mencerminkan kekayaan dan identitas kuliner kota yang unik.

Rekomendasi Makanan di Magelang: Mencicipi Makanan Berat Bersejarah

Industri kuliner di Magelang memiliki fondasi yang kuat, dengan hidangan-hidangan bersejarah yang tetap digemari meski telah bertahan puluhan tahun. 

Restoran dan warung yang dikelola turun-temurun menunjukkan kualitas rasa yang konsisten sekaligus loyalitas pelanggan yang tinggi. 

Berikut adalah rekomendasi makanan di Magelang yang patut dicoba untuk menikmati cita rasa autentik sekaligus merasakan kekayaan sejarah kota.

1. Kupat Tahu Magelang: Ikon Kuliner yang Tak Lekang oleh Waktu
Tidak lengkap rasanya membahas kuliner Magelang tanpa menyebut Kupat Tahu, salah satu hidangan legendaris yang telah menjadi simbol kota ini. 

Salah satu yang paling dikenal adalah Kupat Tahu Pojok, berdiri sejak 1942 dan bahkan menjadi favorit Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, beserta mendiang Ibu Ani Yudhoyono. 

Seporsi hidangan ini terdiri dari ketupat yang dipotong-potong, tahu goreng, tauge, dan kol, lalu disiram dengan kuah kacang yang encer bercampur kecap, menciptakan keseimbangan rasa gurih dan manis yang khas.

Selain itu, ada juga Kupat Tahu Pak Pangat yang terkenal dengan rasa lezatnya. Hidangannya memiliki porsi besar dengan tahu yang lembut, kuah bumbu kacang dan bawang putih yang pas, tidak terlalu manis. 

Keberadaan dua tempat yang sama-sama melegenda ini menunjukkan standar kualitas tinggi dan persaingan sehat antarpenjual, yang akhirnya menjadi keuntungan bagi para pecinta kuliner. 

Menikmati Kupat Tahu bukan sekadar makan, tetapi juga merasakan tradisi dan kekayaan rasa yang telah dinikmati masyarakat Magelang selama puluhan tahun.

2. Sop Senerek: Warisan Kuliner Belanda yang Hangat
Sop Senerek merupakan hidangan berkuah yang wajib dicoba bagi mereka yang ingin mencicipi kuliner hangat di Magelang. 

Namanya berasal dari kata ‘Snert’ dalam bahasa Belanda, yang berarti kacang polong, mencerminkan akulturasi kuliner Belanda pada masa kolonial. 

Hidangan ini kemudian diadaptasi dengan cita rasa lokal sehingga menghadirkan sensasi unik.

Ciri khas Sop Senerek adalah penggunaan kacang merah sebagai bahan utama (sering disebut senerek), ditambah bayam, wortel, serta potongan daging sapi atau babat, semua disiram dengan kuah kaldu yang segar. 

Kehangatan sup ini sangat cocok dinikmati saat pagi hari atau ketika cuaca sejuk di Kota Magelang. 

Warung ikonik yang menyajikan Sop Senerek adalah Senerek Bu Atmo, berdiri sejak 1967 di Jalan Pangeran Mangkubumi, dan populer di kalangan warga lokal maupun wisatawan. 

Tempat terkenal lainnya adalah Sop Senerek Pak Parto, yang juga diakui sebagai salah satu kuliner legendaris di kota ini.

3. Mangut Beong: Pedas dan Kaya Rasa dari Sungai Progo
Bagi pecinta makanan pedas, Mangut Beong adalah pilihan kuliner Magelang yang menawarkan sensasi luar biasa. 

Hidangan ini menggunakan ikan beong, sejenis ikan air tawar yang hidup di Sungai Progo, dengan tekstur daging yang lebih padat dan tebal dibanding lele. 

Bumbu mangut yang kaya rempah mampu menutupi bau amis ikan sekaligus meresap hingga ke serat daging, menjadikannya hidangan berkarakter kuat.

RM Sehati Ndas Beong, pelopor Mangut Beong, telah berdiri sejak 1996 dan berlokasi dekat Candi Borobudur. 

Populernya hidangan ini tak lepas dari perhatian media yang memperkenalkan Mangut Beong ke khalayak luas, sehingga ikan yang sebelumnya sulit dijual menjadi primadona kuliner. 

RM Sehati juga pernah meraih juara 2 di Festival Kuliner Kabupaten Magelang, menunjukkan kualitasnya. 

Mangut Beong menjadi contoh bagaimana kuliner lokal dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus simbol kebanggaan daerah.

4. Nasi Goreng Magelangan: Kombinasi Nasi dan Mi yang Menggoda
Meskipun nasi goreng mudah ditemui di banyak tempat, Nasi Goreng Magelangan memiliki ciri khas yang membedakannya. 

Hidangan ini memadukan nasi goreng dengan mi dalam satu piring, sering disebut nasi mawut. 

Penggunaan rempah khas dan teknik memasak yang menghasilkan tekstur sedikit basah membuat rasanya unik dan menggugah selera.

Salah satu tempat legendaris untuk menikmati hidangan ini adalah Nasi Goreng Pak Yatno, berdiri sejak era 1980-an dan dikenal sangat ramai pengunjung. 

Warung ini menjadi favorit masyarakat lokal, bahkan pemiliknya sendiri sering hadir. 

Selain Nasi Goreng Magelangan, tempat ini juga menyajikan bakmi Jawa dan nasi godog (nasi rebus). 

Harga per porsinya berkisar antara Rp16.000 hingga Rp32.500, tergantung menu yang dipilih.

Jajanan dan Minuman Legendaris Sebagai Oleh-oleh dari Magelang

Selain hidangan berat, kuliner Magelang juga kaya akan jajanan dan minuman yang memiliki nilai sejarah dan emosional tinggi.

Beragam kuliner ringan ini sering dijadikan oleh-oleh khas yang diburu wisatawan karena mencerminkan tradisi dan cita rasa lokal.

5. Getuk: Dari Pengganti Nasi Menjadi Ikon Kota
Getuk merupakan salah satu jajanan tradisional berbahan singkong yang memiliki akar sejarah panjang. 

Dahulu, masyarakat Jawa memanfaatkan singkong sebagai pengganti beras ketika terjadi kesulitan pangan. 

Nama “getuk” diambil dari suara tuk-tuk yang terdengar saat menumbuk singkong hingga halus, sedangkan istilah “lindri” berasal dari nama alat penggilingnya.

Kini, getuk telah berevolusi menjadi ikon kuliner Magelang. Contohnya adalah Getuk Marem, usaha keluarga yang telah mempertahankan resep orisinalnya secara turun-temurun sejak berdiri di Jambon dan kini berlokasi di Tidar. 

Meski tetap menjaga rasa tradisional, Getuk Marem juga berinovasi dengan kemasan modern, seperti sistem vakum dan penambahan gift card, agar kualitas tetap terjaga dan hubungan dengan pelanggan semakin erat.

6. Pothil: Camilan Singkong Renyah dari Desa
Pothil adalah camilan khas Magelang yang mungkin kurang dikenal wisatawan, namun sangat digemari warga lokal. 

Terbuat dari singkong yang diolah secara tradisional, pothil memiliki tekstur renyah dan rasa gurih yang khas. 

Nama “pothil” dalam bahasa Jawa menggambarkan proses pengolahannya yang sederhana namun unik.

UMKM lokal di Desa Tampingan berhasil memasarkan pothil hingga ke luar daerah, menandakan potensi ekonomi yang kuat di balik jajanan sederhana ini. 

Camilan ini biasanya menjadi teman bersantai maupun oleh-oleh yang praktis dibawa pulang.

7. Minuman Penghangat dan Penyegar: Sesuai Iklim Magelang
Magelang yang terletak di dataran tinggi memiliki udara sejuk, bahkan cenderung dingin saat malam hari. 

Kondisi ini memengaruhi jenis minuman yang populer di kota ini. Untuk menghangatkan tubuh, Wedang Kacang dan Ronde Miroso menjadi pilihan ideal.

Wedang Kacang berisi ketan lembut dan kacang dengan kuah manis yang nikmat dinikmati saat hujan atau malam hari. 

Sedangkan Ronde Miroso tidak hanya menyajikan ronde hangat, tetapi juga sate pisang yang legit, menambah variasi kuliner yang memanjakan lidah.

Sebaliknya, pada siang hari yang cerah, minuman penyegar seperti Es Murni dan Depot Es Semanggi menjadi favorit. 

Es Murni hadir sejak 1960-an dengan berbagai es jadul dan camilan pendamping seperti bakso, siomay, dan lontong sayur. 

Depot Es Semanggi, yang juga eksis sejak era 1960-an, menawarkan es pleret, es cokelat roti, hingga es tape pleret. 

Ragam minuman ini menunjukkan kemampuan kuliner lokal untuk menyesuaikan diri dengan perubahan iklim dan kebutuhan konsumen, sambil tetap mempertahankan keunikan tradisi Magelang.

Menjelajahi Kuliner Magelang yang Unik dan Tak Terduga

Selain sajian populer yang telah dikenal luas, Magelang juga memiliki kuliner yang menawarkan pengalaman berbeda dan menarik bagi penikmatnya. 

Beberapa tempat ini kerap disebut sebagai hidden gems karena menghadirkan hidangan autentik dengan cara penyajian yang unik, sehingga memberikan pengalaman makan yang tak terlupakan.

8. Menikmati “Soto” Versi Tradisional: Nasi Lesah
Meskipun sering dikira sebagai soto, Nasi Lesah merupakan hidangan kuno hasil perpaduan budaya Nusantara yang memiliki rasa khas tersendiri. 

Penampilannya menyerupai soto, namun cita rasa dan bumbu yang digunakan membuatnya berbeda dari soto pada umumnya. 

Walaupun tidak sepopuler Sop Senerek atau Kupat Tahu, Nasi Lesah menjadi kuliner unik yang patut dicoba bagi siapa saja yang ingin merasakan sejarah dan tradisi lokal dalam setiap suapan.

9. Hidangan Berkuah untuk Menemani Malam: Sego Godog dan Opor Entok
Udara malam di Magelang yang sejuk membuat hidangan berkuah menjadi pilihan tepat. 

Salah satunya adalah Sego Godog, atau nasi rebus, yang merupakan perpaduan nasi hangat dengan mi kuning, suwiran ayam, dan sayuran, menghasilkan rasa gurih dan mengenyangkan. 

Tempat terkenal untuk menikmati hidangan ini adalah Sego Godog Pak Naryo, yang sudah menjadi favorit warga lokal.

Selain itu, Opor Entok juga menjadi kuliner malam yang menarik. 

Berbeda dengan opor ayam yang umum, hidangan ini menggunakan daging entok sebagai bahan utama, menciptakan rasa yang khas dan berbeda, serta menambah variasi kuliner khas Magelang yang patut dicicipi.

10. Mencari Hidden Gems yang Jarang Diketahui
Tren mencari hidden gems kini menjadi favorit wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman kuliner otentik. 

Di Magelang, beberapa tempat menawarkan pengalaman tersebut dengan cara yang unik. RM Kampung Ulam misalnya, menghadirkan suasana tradisional Jawa yang luas, sejuk, dan nyaman untuk keluarga.

Pawon Markisa menawarkan konsep berbeda, di mana pengunjung dapat langsung memilih menu di dapur (pawon) dan menyaksikan proses memasak secara langsung menggunakan tungku kayu. 

Hal ini memberikan pengalaman makan yang lebih intim dan interaktif, sekaligus mengenalkan teknik kuliner tradisional.

Di kawasan dekat Candi Borobudur, terdapat Soto Lombok Sawah, tempat makan dengan suasana nyaman, ramah keluarga, dan pemandangan yang mendukung pengalaman bersantap lebih santai. 

Tempat-tempat seperti ini memperkaya pengalaman wisata kuliner di Magelang dengan hidangan yang autentik, tradisional, dan terkadang sulit ditemukan di lokasi lain.

Sebagai penutup, semoga rekomendasi makanan di Magelang ini membantu Anda menemukan cita rasa terbaik dan pengalaman kuliner yang berkesan.

Terkini

Harga Emas Antam Hari Ini 24 Februari 2026 Naik Rp40000

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:47:29 WIB

Harga Emas Pegadaian 24 Februari 2026 Naik UBS Tembus 3078

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:47:28 WIB

Harga Perak Antam Hari Ini Naik Ke Rp54.950 Per Gram

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:47:26 WIB

Rekomendasi Saham Hari Ini Saat IHSG Dibuka Menguat Pagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:47:25 WIB